Pemkab Lamteng Gandeng Bank Indonesia, Terapkan Satu Kawasan Satu Komoditas

0
667
Pemkab Lampung Tengah jalin MoU dengan BI.

RUBRIK, LAMPUNG TENGAH – Pemkab Lampung Tengah menerapkan one zone one comodity (satu kawasan satu komoditas), dalam pengembangan bawang merah di empat kecamatan. Penerapan juga supaya potensi tanaman bisa dikembangkan.

Hal itu tertuang dalam Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemkab Lamteng dan Bank Indonesia (BI), Selasa (1/11/2016). Nantinya, dengan nota kesepahaman tersebut daerah dan petani dapat mengambil keuntungan dari komoditas yang mereka tanam.

“Keempat zona penanaman bawang merah ada di Kecamatan Seputih Raman, Pubian, Kalirejo, dan Kotagajah. Dari nota kesepahaman yang kita sepakati BI siap menjadi pihak yang menjamin keberlangsungan tanam mereka,” ujar Bupati Lampung Tengah Mustafa.

Selain itu, BI juga menyiapkan permodalan dan perlengkapan pertanian, serta sumur bor. Diharapkan dengan sentra kawasan yang ada dapat membantu masyarakat khususnya petani yang belakang dipusingkan dengan merosotnya harga singkong.

“MoU juga untuk menekan inflasi di Lamteng dan menjaga kestabilan. Kalau mengapa harus bawang merah, karena pangsa pasar komoditi itu besar dan Lamteng sebagai kawasan yang mempunyai potensi tanam kita kedepankan,” sambungnya.

Dengan potensi pertanian hingga 70 persen, Mustafa optimistis petani sejahtera dan Lampung Tengah akan maju. Untuk itu, dirinya juga siap memberikan pelatihan penanaman pangan kepada seluruh petani di Kabupaten Beguwai Jejamo Wawai.

Kepada petani singkong, bupati mengaku berupaya supaya perusahaan lainnya di Lamteng khususnya mampu menaikkan harga jual komoditas bahan utama tapioka itu, juga menaikkan harga beli mereka.

“Kalau singkong sudah ada jaminannya kita bahwa harga terendahnya Rp 700 per kilogram. Jika kemarin kita lakukan kesepahaman bersama empat perusahaan, kedepannya lagi kita berharap semua perusahaaan mau menaikkan harga singkong,” tandasnya.

Direktur BI Cabang Lampung Arif Hartawan menyatakan, pertanian merupakan satu dari sembilan prioritas pembangunan yang dicanangkan presiden. Untuk itu perlu ada upaya mengembangkan sektor pertanian yang kompetitif, SDM yang berkualitas dan ditunjang IT.

“Inflasi harga pertanian akan mempengaruhi stabilitas ekonomi mengingat sebagian besar masyarakat kita adalah petani. Untuk itu harga pangan harus stabil. Petani butuh kepastian harga. Untuk itu BI bersama Pemkab Lamteng mengupayakannya pengembangan alternatif tanaman dalam hal ini bawang merah,” jelas Arif.

Pihaknya juga mengapresiasi langkah bupati yang telah mengupayakan kenaikan harga singkong dari Rp 550 menjadi Rp 700 per kg. Menurutnya, langkah meningkatkan kesejahteraan petani harus terus dilakukan.(ddy)

LEAVE A REPLY