AHMAD KHUSEINI, MENGGELAR RESES DI RUMAH ASPIRASI
RUBRIK,METRO – Dalam reses tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah aspirasi terkait fasilitas umum.
Mayoritas warga menyoroti kerusakan jalan, khususnya di Jalan Patimura yang menjadi akses penghubung antara Kota Metro dan Lampung Tengah.
Kondisi jalan berlubang dinilai memperlambat waktu tempuh dan meningkatkan risiko kecelakaan, terutama saat musim hujan dan minim penerangan.

Kerusakan diduga akibat pembangunan median jalan dua jalur yang tidak dilengkapi sistem drainase yang memadai.
Akibatnya, jalur yang semula dirancang untuk mengurai kemacetan justru menimbulkan persoalan baru.
Selain infrastruktur, persoalan pengelolaan sampah juga menjadi sorotan.
Masyarakat meminta pemerintah memperhatikan penanganan sampah, termasuk pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Karangrejo.
Menanggapi hal tersebut, Ahmad Khuseini mendorong Dinas Lingkungan Hidup untuk membenahi sistem pengelolaan sampah.
Ia juga menekankan pentingnya mempertahankan prestasi Adipura yang selama satu dekade terakhir berhasil diraih Kota Metro.
Saat ini, Kota Metro memproduksi sekitar 100 ton sampah per hari. Dari total lahan 14 hektare TPAS Karangrejo, baru sekitar 7 hektare yang dimanfaatkan, dengan sistem open dumping.
Permasalahan ini dinilai menjadi pekerjaan rumah penting yang harus segera ditangani.(Adv)