256 Peserta Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Kyu Inkado Lampung
RUBRIK, BABDAR LAMPUNG -Sebanyak 256 Perserta dari 8 kabupaten/kota yang ada di Lampung ikuti uji kenaikan Kyu Inkado, daerah -daerah itu antara lain Kabupaten Waykanan, Kabupaten Lampung Tengah, Lampung Utara, Pringsewu, Lampung Selatan, Bandar Lampung, Metro dan Cabang Pondok Pesantren Alfatah Lampung Tengah.Ujian kenaikan tingkat Kyu Inkado, yang di gelar Pengprov Inkido Lampung, di helat di HALL A Pkor Wayhalim Bandar Lampung, Minggu (14/5).
Menurut Ketua Pengurus Provinsi Inkado Lampung, Timbul Batu Bara agenda yang digelar merupakan upaya dari pengurus untuk membentuk kepribadian baik, jujur. Sehingga dengan terbentuknya dua poin penting tersebut akan dapat mudah meraih prestasi baik ditingkat provinsi maupun nasional atau pun internasional.
“Saya sangat berharap, kegiatan ini bisa diikuti secara serius dan sungguh-sungguh. Karena ini adalah momentum untuk bisa memperbaiki untuk menjadi lebih baik lagi,” kata Timbul, usai membuka kegiatan tersebut.
Terlebih, kata dia dalam waktu dekat event setingkat provinsi seperti Porprov akan segera bergulir. Artinya, persiapan sudah pasti dilakukan. “Setelah Porprov, kita akan juga mengelar Kejurda. Yang pasti setiap atlet harus benar-benar memiliki dua karakter yang menjadi penekanan kita tadi,” ujarnya.
Selain itu, dirinya berjanji ditahun 2017 ini akan segera membentuk beberapa cabang disejumlah daerah yang belum memiliki cabang. “Yang sudah kami bentuk kemarin Dojo di Kota Agung Tanggamus dan dalam waktu dekat menyusul di beberapa kabupaten berikutnya. Yang pasti ditahun ini kami targetkan enam kabupaten tersisa harus selesai terbentuk ditahun ini,” tegasnya.
Ditempat yang sama, Ketua Pelaksana Ujian Kenaikan Tingkat Kyu Inkado Lampung Dwi Hananto mengatakan agenda yang digelar merupakan kegiatan pertama pasca pelantikan kepengurusan yang baru. Oleh karena itu, diharapkan kegiatan yang berlangsung dapat dijadikan momentum kebangkitan cabang olah raga inkido baik ditingkat daerah, provinsi, nasional maupun internasional.
“Ini merupakan ajang latihan bagi para atlet untuk bisa mengeksplor kemampuan, sekaligus syarat untuk mengikuti kejuaraan setingkat provinsi dan nasional,” kata Dwi, kemarin.
Disamping itu, kata dia ujian ini juga dapat mempermudah pengurus dalam mengakomodir dan mendata para atlet yang memang layak di usung untuk event-event berikutnya. “Dari kegiatan ini, para atlet akan terdaftar kedalam data base kita. Jadi kita mudah mengontrolnya,” ujarnya.
Kemudian, Dwi pun menegasakan bahwa materi yang di ujikan baik junior maupun senior yaitu, perebutan sabuk putih, kuning, hijau, biru dan cokelat. “Atlet akan di uji oleh para guru dan pelatih yang profesional, saya harapkan meraka dapat mengikuti secara sungguh-sungguh,” tegasnya.(Riska)