Mustafa Targetkan Dalam 3 Tahun Seluruh Jalan di Lampung Tengah Mulus

0
646
Bupati Mustafa. Portal Berita Lampung
Mustafa peragakan dalang wayang kulit di Subarwaringin Kecamatan Trimurjo.

RUBRIK, LAMPUNG TENGAH – Bupati Lampung Tengah Mustafa menargetkan dalam jangka waktu tiga tahun ke depan seluruh jalan di Lampung Tengah khususnya jalan kampung mulus.

Hal ini ia sampaikan saat menghadiri hari ulang tahun ke-82 Kampung Simbar Waringin, Kecamatan Trimurjo, Jumat (13/10/2017) malam.

Mustafa mengatakan, tahun ini Pemkab Lampung Tengah berhasil membangun jalan kampung sepanjang 704,62 kilometer. Pembangunan itu, kata Mustafa, menjadi pembangunan jalan kampung terpanjang di Indonesia dan akan terus ditingkatkan ke depannya.

Langkah ini dilakukan Bupati Mustafa tak terlepas dari komitmennya untuk terus meningkatkan pembangunan infrastruktur di Lampung Tengah, khususnya jalan.

Hal ini juga menjawab permintaan warga yang telah lama mendambakan jalan mulus di Lampung Tengah.

Untuk diketahui dari 3.000 km jalan di Lampung Tengah, sekitar 70 persennya rusak. Melalui dana ADD, setiap kampung telah dibangun jalan sepanjang 2 kilometer.

“Saya sudah anggarkan Rp 600 juta-Rp 1 miliar untuk setiap kampung. Saya targetkan tiga tahun ke depan jalan-jalan yang ada di Lampung Tengah mulus semuanya,” kata Mustafa.

Selain jalan, sambung Mustafa, di era pemerintahannya, pembuatan surat izin usaha digratiskan. Pemberian surat izin usaha gratis menjadi salah satu upayanya menyukseskan program KECe.

Sebagai salah satu program unggulan, kata Mustafa, program KECe ini nantinya akan memberikan pelatihan kewirausahaan kepada pemuda-pemuda di setiap kampung di Lampung Tengah.

Melalui program ini diharapkan akan melahirkan entrepreneur-entrepreneur muda yang mampu membawa perubahan ekonomi di tingkat kampung.

“Kesejahteraan masyarakat lahir jika ada banyak entrepreneur-entreprenur yang nantinya mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Melalui program KECe, saya akan memberikan pelatihan entrepreneur kepada pemuda-pemuda di Lampung Tengah. Skill yang dimiliki, nantinya menjadi bekal untuk memulai usaha,” ungkapnya.

Pemuda, kata dia, saat ini harus dimindset untuk tidak fokus mencari pekerjaan, tetapi bagaimana mampu menciptakan lapangan pekerjaan di tengah masyarakat. Semakin banyak jumlah pengusaha, semakin besar peluang penyerapan tenaga kerja.

“Saya ingin program KECe bisa diimplementasikan di semua kampung di Lampung Tengah. Saya berikan modal usaha sebesar Rp 15 juta untuk kelompok pemuda-pemuda. Dengan ini pemuda tidak lagi berpikir mencari pekerjaan, tetapi berpikir bagaimana mereka bisa berdikari, syukur-syukur bisa menciptakan lapangan pekerjaan, sehingga pengangguran berkurang,” tutupnya.(*)

LEAVE A REPLY