Ini Alasan Pisang Rajabulu Dikembangkan, Perawatan Mudah Potensi Keuntungan hingga Rp 51 Juta

0
1038
Mustafa, Pisang Raja Bulu, GGPC, Portal Berita Lampung
Bupati Lampung Tengah Mustafa meninjau pembudidayaan pisang raja bulu.

RUBRIK, LAMPUNG TENGAH – Bupati Lampung Tengah Mustafa menggandeng PT Great Giant Food (GGF) untuk mengembangkan pisang rajabulu. Pengembangan pisang dalam rangka merealisasikan one zone one product di Lampung Tengah.

Willy Soegiono, Government Relation PT GGF menerangkan, program kemitraan yang dibangun dengan masyarakat tidak lagi berkonsep CSR (Corporate Social Responsibility), melainkan CSV (Creating Share Value) yang penekanannya membangun keunggulan kompetitif pada masyarakat.

Budidaya pisang rajabulu sangat menguntungkan dan potensi pasar tak hanya lokal, tetapi internasional.

“Ini masa percobaan. Di Lampung Tengah sudah ada 3 hektare yang sudah kita budidayakan pisang rajabulu. Target kami seluas-luasnya. Untuk pemasaran juga akan kami bantu, pasar kami sudah ekspor ke Singapura dan Malaysia. Ke depan merambah China,” jelasnya, Jumat (13/10/2017).

Di tahun pertama, panen pisang rajabulu bisa dilakukan satu kali. Di tahun kedua bisa 2-3 kali dan terus berkembang di tahun-tahun berikutnya.

“Potensi keuntungan di tahun pertama Rp 14 juta, tahun kedua Rp 47 juta dan tahun ketiga bisa Rp 51 juta. Perawatan cukup mudah, hanya butuh air yang cukup dan perawatan dari hama,” papar Willy.

Sejalan dengan program Bupati Mustafa, Willy menegaskan PT GGF berkomitmen untuk bisa tumbuh bersama dengan masyarakat, khususnya dalam hal kesejahteraan.

“Tidak hanya pisang rajabulu, ke depan bisa kita kembangkan varietas tanaman lainnya yang bisa menguntungkan masyarakat. Dengan ini kita bisa bersama-sama membangun kemandirian dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.(*)

LEAVE A REPLY