Menristek Pertanyakan Kebijakan Mendikbud bahwa Siswa SMA Bisa Pilih Mata Pelajaran UN
RUBRIK, JAKARTA – Kebijakan yang diambil Kemendikbud Muhadjir Effendy mengenai siswa SMA bisa pilih mata pelajaran untuk ujian nasional membuat Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir akan melakukan diskusi dengan Kemendikbud untuk membahas kebijakan yang diambilnya.
Menurut Nasir Kebijakan yang diambil Kemendikbud itu akan berpotensi menimbulkan ketidaksinambungan bagi pelajar yang hendak melanjutkan ke perguruan tinggi. Terlebih lagi jika mata pelajaran yang dipilih tidak linear dengan jurusan yang akan diambil di perguruan tinggi nanti.
“Itulah yang saya akan pertanyakan. Nanti akibatnya adalah masalah kompetensi lagi,” kata Nasir di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (19/1/2017)
“Katakan (misalnya) saya memilih salah satu yang paling saya kuasai, biologi, harapannya biologi nanti saya lulus bisa masuk fakultas kedokteran padahal saya nggak masuk kedokteran, saya pinginnya teknik. Padahal pada saat nanti dinilai pendidikan fisikanya nggak ada, kimianya nggak ada, nggak nyambung,” imbuhnya.
Seperti yang dilansir dari detik.com, Nasir juga mengatakan bahwa sejauh ini nilai UN masih menjadi satu pertimbangan untuk penerimaan mahasiswa baru.
Menurutnya hal ini akan lebih kompeherensif dalam mempelajari peraturan itu.
“Ini nanti akan terjadi cross (UN tidak digunakan jadi pertimbangan masuk perguruan tinggi) ini saya nggak tau, kalau tidak punya parameter yang jelas makanya tidak ada masalah di mana itu,” ujar Nasir.(*)