Wabup Loekman Ancam Cabut Izin Perusahaan Sawit di Lampung Tengah, Ini Alasannya

0
944
Loran Djoyosoemarto, Adik Kajagung, Lampung Tengah
Loekman Djoyo Sidak ke Perusahaan

RUBRIK, LAMPUNG TENGAH – Wakil Bupati Lampung Tengah Loekman Djoysoemarto mengancam cabut izin usaha PT Anaktuha Sawit Mandiri (ASM) di Kecamatan Bumi Ratunuban.

Hal itu ia sampaikan saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di perusahaan yang bergerak pada pengolahan sawit tersebut, Selasa (19/9/2017)

Alasannya, setelah melakukan peninjauan pembuangan limbah produksi sawit di areal perusahaan, Loekman mendapatkan pengolahan limbah yang tidak baik.

Di sana, tampak aliran Sungai Way Andak yang ada di sekitar perusahaan tercemari serta menjadi hitam dan beraroma bau.

“Saya minta ini segera diperbaiki. Jangan sampai dibiarkan saja. Ini tidak benar ini (terkait IPAL) harus diperbaiki karena dampaknya akan merugikan lingkungan dan juga masyarakat. Saya kasih waktu jika tidak saya tidak segan-segan cabut izin usaha perusahaan (PT ASM),” terang Loekman Joyosoemarto.

Bahkan, wabup menegaskan kelalaian dalam penanganan limbah oleh PT ASM sebagai kejahatan lingkungan. Ia berharap, camat, polsek, dan koramil harus saling berkoordinasi dalam memberikan laporan.

“Saya ingin ada laporan rutin. Saya minta camat, Polsek (Subsektor Bumi Ratunuban), dan koramil juga memberikan laporan rutin,” tandasnya.

Ali Kertanegara selaku Staf HRD PT ASM mengatakan, pihaknya akan melaporkan hasil kunjungan Wabup Loekman ke perusahaannya kepada atasannya.

Ia menjelaskan tak bisa memberi keterangan banyak kepada awak media karena hal itu bukan kewenangannya penuh.

“Kami akan sampaikan keluhan dan instruksi Pak Wakil (bupati) ke atasan, kebetulan hari ini (Selasa) tidak ada yang berkantor. Karena ini bukan wewenang saya (berkomentar), tapi secepatnya akan kami lakukan perbaikan di saluran IPAL kita,” kata Ali Kertanegara.

Ia mengatakan, kemungkinan aliran limbah mencemari sungai dikarenakan adanya pembatas yang jebol.

Sementara, salah seorang warga di sekitar PT ASM yang enggan disebut namanya mengatakan, sejak hampir satu tahun terakhir kondisi aliran sungai Way Andak yang biasa digunakan warga mengalami pencemaran. Mereka menduga, hal itu disebabkan oleh pembuangan limbah PT ASM.

“Ikan di sini sudah tidak bisa hidup lagi. Dulu banyak warga yang beternak ikan, tapi sekarang gak ada lagi. Tak hanya itu, sumur di rumah kami juga berwarna kehitaman dan beraroma bau tak sedap. Kami berharap yan ada solusinya kami tidak bisa berbuat banyak dengan kondisi seperti ini,” ujar warga tersebut.

Sebelumnya, puluhan warga Kampung Bumi Ratunuban juga menyampaikan keluhan mereka ke DPRD Lamteng. Kepada wakil rakyat, warga mengatakan PT ASM sudah mencemari lingkungan dan membuat ekosistem khsusnya di aliran Sungai Way Andak rusak.(*)

LEAVE A REPLY