Dua Perusahaan Pengolah Kayu di Lamteng Ekspor Hasil Produksi ke Tiongkok, Ini Kata Wabup Loekman

0
1556
Lamteng,
Loekman Djoyo Soemarto

RUBRIK, LAMPUNG TENGAH – PT Indolatex Jaya Abadi (IJA) yang bergerak dalam bidang pengolahan karet dan PT Tanjung Bioenergi Sejahtera (TBS) yang bergerak dalam bidang pembuatan pallet kayu di Kecamatan Waypengubuan, Lampung Tengah ternyata hasil produksinya diekspor ke Tiongkok.

Hal ini terungkap ketika kunjungan kerja Wakil Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto, Selasa (12/9/2017).

Senior Supervisor PT IJA, Mahmilzon dalam pemaparannya menyatakan bahwa pabrik berdiri pada Februari 2013 yang memproduksi rubber.

“Kita mengolah karet menjadi bahan baku untuk pembuatan ban atau rubber. Hasil produksi diekspor ke Tiongkok dan Pakistan,” katanya.

Dalam produksi, kata Mahilzon, pihaknya terkendala bahan baku. Biasanya bahan baku dari petani dan pengepul. Namun, produksi terkendala ketersediaan bahan baku yang sulit dan harga bahan baku dari petani tinggi.

“Masalah kualitas produksi, kita berstandar SNI. Sistem ISO 9001:2008 menuju ISO 9001:2015 sebagai menajem mutu dan standar,” ujarnya.

Management Representative Khairul Arifin menambahkan, IPAL perusahaan dengan153 karyawan ini dikelola dengan baik.

“IPAL kita baik. Menggunakan sistem pengurai aneroba yang mengurai limbah. Dana CSR juga kita salurkan ke masyarakat sekitar perusahaan. Baik itu membantu rehab masjid, musala, tiang lampu, dll,” jelasnya.

Hal sama juga dilakukan PT Anjung Bio Energi (TBE). Perusahan pengolahan pallet kayu ini mengekspor bahan baku ke Tiongkok. “Hasil produksi kita ekspor ke Tiongkok. Jenis kayu yang kita gunakan kayu karet. Kalau ada permintaan, kita siap dengan jenis kayu lainnya,” kata Novian, wakil manajemen PT TBE.

Novian juga mengucapkan terima kasih atas kunjungan Wabup Lamteng. “Terima kasih atas kunjungannya. Terima kasih atas masukan dan saran yang disampaikan Pak Wakil. Kita akan berkoordinasi untuk membangun Lamteng,” ujarnya.

Gunawan Wijaya, staf IPAL PT TBE, menambahkan bahwa proses IPAL berjalan dengan baik. Dengan jumlah pekerja 60 orang, perusahaan mampu memproduksi 36 kubik pallet kayu.

“IPAL-nya sangat baik. Begitu juga dana CSR-nya kita salurkan ke masyarakat sekitar. Pekerjanya juga 90 persen warga di sini. Produksinya 36 kubik per hari,” ungkapnya.

Sementara Wakil Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto berharap dengan kunjungan ke dua perusahaan ini terjalin silaturahmi yang baik.

“Tujuan kunjungan ini membangun sistem komunikasi yang baik dengan perusahaan. Kita sampaikan program pemerintah daerah yang bisa di-sharing dengan perusahaan. Kita sama-sama membangun Lamteng,” katanya.

Dana CSR-nya, kata Loekman, pihak perusahaan harus berkoordinasi dengan pemda.

“Dana CSR-nya harus jelas karena ada aturannya. Berapa omzet yang dihasilkan dan berapa yang diberikan kepada masyarakat. Harus sesuai. Jangan sampai timbul gejolak di masyarakat terkait CSR. Kita sama-sama menjaga. Pekerjakan masyarakat di sini untuk kurangi pengangguran. Kita juga imbau perusahaan ikut berpartisipasi mencegah peredaran narkoba di lingkungan kerja. Pasang banner imbauan ini,” pungkasnya.(ddy)

 

LEAVE A REPLY