HomeBERITA LAMPUNGLAMPUNG TENGAHSelama Dua Hari, 34 Peserta Lomba TTG Presentasikan dan Demontrasi Teknologi Terapan Mereka

Selama Dua Hari, 34 Peserta Lomba TTG Presentasikan dan Demontrasi Teknologi Terapan Mereka

Balitbangda Lamteng

RUBRIK, LAMPUNG TENGAH – Satu per satu peserta lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2017 telah mempresentasikan teknologi rancangannya di hadapan para dewan juri.

Presentasi 34 peserta bertempat di salah satu ruangan kantor Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Lampung Tengah (Balitbangda) di Kotagajah, Selasa (11/7/2017).

Enam dewan juri menyimak presentasi para peserta, di antaranya DR Ansori Djausal, Kurnia Muludi, Marselina S, Agus M Septiana, DR Aton Yulianto, I Wayan Ari, yang semuanya merupakan sekretaris Dewan Riset Daerah (DRD) Lampung Tengah.

Menurut Agus M Septian, yang juga kepala bidang inovasi dan teknologi Balitbangda, presentasi diadakan dalam waktu dua hari. Para peserta diharuskan mendemontrasikan alat atau teknologi buatannya.

”Untuk hari ini ada delapan peserta kategori umum sedangkan untuk besok ada dua puluh enam peserta dari kategori umum dan sekolah/pelajar. Setiap peserta wajib mendemontrasikan alat atau teknologi temuannya di hadapan para dewan juri agar dapat dinilai terkait alat, cara kerja alatnya, dan dampak bagi lingkungan dan perekonomian masyarakat sekitar,” jelas Agus.

Sementara itu, Ketua dewan juri DR Ansori Djausal menuturkan ada lima poin yang digunakan sebagai pedoman penilaian. Yaitu manfaat ekonomi, secara sosial tidak bertentangan dengan masyarakat, teknisnya, dan tidak merusak lingkungan, serta orisinilitas.

Rangga Adiyansah, salah satu peserta lomba TTG ini mengatakan, ia bersama kelompoknya membuat teknologi pengusir hama tikus dan hama serangga  yang ramah lingkungan. Ia berharap alat temuannya dapat dikembangkan lagi.

”Alat kami ini berguna untuk mengusir tikus di sawah menggunakan suara ultrasonik sonar dan menjebak serangga seperti walang sangit dan serangga lain yang sifatnya tidak baik dan dapat menurunkan produktivitas pertanian. Alat kami ini ramah lingkungan karena menggunakan sel surya dan dilengkapi dengan sensor cahaya sehingga hidup pada malam hari saja sesuai dengan cara kerja tikus dan walang sangit yang keluar pada malam hari,” jelasnya.

Mahasiswa Politeknik Sriwijaya jurusan teknik elektro ini mengatakan, setelah ikut lomba ini jika ada yang melirik akan dilakukan penelitian lebih lanjut dan mendalam agar alat ini benar-benar dapat digunakan dan membantu masyarakat.(ddy)

DPRD Metro Usulkan R
Gelar Paripurna Peny
Rate This Article:
NO COMMENTS

LEAVE A COMMENT

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777

Eksplorasi Ritme Permainan Berbasis Data Real-Time Menghadirkan Perspektif Segar dalam Dunia Gaming Interaktif
Evaluasi Matematis Pola Distribusi Simbol Mahjong Ways Dalam Ekosistem Kombinasi Dengan Variasi Nonlinier
Investigasi Pola Adaptif Grid Mahjong Ways Dalam Menghasilkan Distribusi Simbol Dengan Struktur Variatif
Studi Komputasional Dinamika Interaksi Reel Mahjong Ways 3 Menggunakan Kerangka Sistem Stokastik Berkelanjutan
Adopsi Teknologi Machine Learning Menghadirkan Tren Baru dalam Pengembangan Sistem Game Interaktif Modern
Inovasi Visual dan Algoritma Dinamis Menghadirkan Dimensi Pengalaman Baru pada Platform Gaming Masa Kini
Kajian Probabilistik Ragam Kombinasi Mahjong Ways 2 Menggunakan Model Distribusi Interaktif Multilevel
Metode Statistik Adaptif Kini Menjadi Kunci Memahami Pergeseran Ekosistem Game Digital Modern
Evolusi Sistem Interaktif Masa Kini Membentuk Cara Baru Pengguna Memahami Dinamika Digital Harian
Studi Perilaku Digital Terkini Mengungkap Pergeseran Strategi Pengguna dalam Ekosistem Interaktif Modern