Penggemar Gelar Pameran dan Lomba Bonsai Prospek Pringsewu 2017, Catat Tanggalnya!
RUBRIK, PRINGSEWU – Komunitas Persatuan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) cabang Pringsewu menggelar pameran dan lomba bonsai di halaman RM Family Raya, Pekon Sidoharjo, Pringsewu, mulai 15 hingga 19 Maret 2017.
Pameran dan Lomba Bonsai Prospek Pringsewu 2017 melombakan kelas Prospek/bahan (pohon yang baru memiliki anatomi akar, batang, cabang, dan mulai tumbuh perantingan), dengan diikuti 90 bonsai.
Kegiatan yang dibuka Kadispora Syamsir Kasim ini mengangkat tema memasyarakatkan bonsai di Pringsewu ini. Menurut Sekretaris PPBI cabang Pringsewu Nur Salim, kegiatan ini bertujuan guna membuka peluang budidaya bonsai dan lapangan kerja masyarakat Pringsewu melalui edukasi teknik bonsai serta ilmu botani.
“Harapan ke depan secara psikis dapat tercipta mindset masyarakat pada penghijauan atau Reboisasi Tanpa Instruksi menuju Pringsewu hijau,” ucap Nur Salim.
Selain teknik membuat produk bonsai, penilaian pada bonsai sangat penting diketahui oleh pecinta dan penghobi bonsai yang mengikuti suatu perlombaan atau kontes bonsai. Bonsai bukan produk asal bentuk, asal rimbun ataupun suka-suka, tetapi karya seni bonsai menerapkan suatu aspek yang ada di dalam koridor dan tidak menghilangkan aspek alamiah dasar pada alam.
Salah satu juri perlombaan Milton, menjelaskan bagaimana kriteria penilaian agar bisa mendapatkan poin tinggi dalam lomba ini, yaitu harus berupaya mendekati pada draft atau aturan yang ditetapkan.
“Memang tidak ada yang menyalahkan bila ada yang mengatakan bahwa bonsai adalah produk asal bentuk atau suka-suka. Sebab bonsai yang dibuat seseorang merupakan bentuk ekspresi seni yang dituangkan dalam objek tanaman dan bersifat flexibel atau tidak mutlak. Jadi apapun bentuknya, pastilah berdasakan selera dari pembuatnya atau pemiliknya,” ujar Milton.
Anggapan ini tentu bisa dibenarkan, lanjutnya, tetapi dengan catatan bahwa karya bonsai yang demikian atau yang dibuatnya hanya untuk dinikmati sendiri dan bukan untuk diikutkan dalam lomba.
“Intinya, pada saat mengikuti kontes atau lomba bonsai pastilah akan ada aturan yang berlaku sebagai acuan, untuk bagiamana dapat dikatakan layak mendapatkan predikat nilai terbaik dalam lomba, yang efeknya otomatis berpengaruh kepada kualitas bonsai tersebut serta nilai materi dan prestise pemiliknya,” pungkasnya.
Dalam kegiatan ini pesertanya selain dari Pringsewu juga dari luar Pringsewu yang menampilkan karya bentuk bonsai dari kelebihan seni dan gayanya masing masing dalam karakter tanaman hias bonsai itu sendiri.(fid)