Pemuda Katolik Pringsewu Temui GP Ansor, Ini Kesepakatan Mereka
RUBRIK, PRINGSEWU – Pemuda Katolik Kabupaten Pringsewu melakukan silaturahmi dengan pengurus Cabang GP Ansor Kabupaten Pringsewu yang berlangsung di Gedung NU Pringsewu, Sabtu (15/4/2017). Silaturahmi pemuda antar lintas agama ini dihadiri Kasat Intelkam Polres Tanggamus AKP Andi.
Pada kesempatan itu, Ketua Pemuda Katolik Pringsewu Robertus Didik Budiawan mengatakan bila kegiatan silaturahmi ini merupakan agenda resmi Kepengurusan Pemuda Katolik Pringsewu.
“Tujuan kami untuk silaturahmi sekaligus memperkenalkan pengurus Komisariat Cabang PK Pringsewu kepada sahabat GP Ansor,” ujar Didik.
Ia memaparkan, secara nasional Pemuda Katolik resmi dibentuk sejak15 November 1945 silam bertempat di Yogyakarta. “Pemuda Katolik berkiprah untuk gereja dan negara. Pemuda Katolik berkomitmen menjaga NKRI dan akan konsisten mengedepankan persatuan, kekeluargaan, dan toleransi,” ujarnya.
Sementara Ketua GP Ansor Pringsewu M Sofian mengatakan, GP Ansor lahir sejak tahun 1934. Menurutnya GP Ansor sangat terbuka dengan silaturahmi yang digagas oleh Pemuda Katolik.
“GP Ansor terbuka lebar, jangan cuma dengan PK tapi dengan pemuda lainnya seperti Pemuda Hindu, Budha, Protestan, bahkan dengan pemuda Tionghoa kami tunggu. Tolong Pak Kasat Intel agar dibantu untuk wadah pemuda lintas agama di Kabupaten Pringsewu,” imbuhnya.
Sofian berpesan sebagai pemuda harus saling menghargai dan menghormati perbedaan. Dia juga mengingatkan maraknya media sosial (medsos) yang belakangan ini meresahkan berupa konten provokasi.
“Dengan tegas GP Ansor menentang keras upaya upaya yang mau memecah belah NKRI. Jadi jangan mudah terpancing dengan isu SARA, termasuk bagi kelompok yang mau memecah belah kerukunan antarumat beragama akan kami lawan,” tegasnya.
Terpisah Kasat Intelkam Polres Tanggamus AKP Andi mengaku mengapreasi adanya silaturahmi antar pemuda lintas agama ini. Dikatakannya, pemuda adalah aset dunia dan aset alam semesta. Oleh karena itu selaku pemuda harus menjadi garda terdepan menjaga kerukunan khususnya antarumat beragama.
“Beberapa konflik besar yang terjadi adalah akibat ulah pemuda, seperti di Balinuraga (Lamsel). Hal seperti itu tidak boleh terjadi lagi, pemuda harus jadi inisiator menjaga kerukunan. Kita beragam tapi harus hidup tentram bersama sama menjaga NKRI,” katanya.
Kasat juga berharap agar silaturahmi seperti ini terus berkelanjutan. Dan terpenting, kata dia, GP Ansor dan PK agar melihat kalender sehingga setiap peringatan hari besar agama boleh bergantian untuk turun menjaga keamanan.
Misalnya, saat Lebaran Idul Fitri, PK boleh turun dengan memakai atributnya. Sebaliknya saat perayaan Natal GP Ansor turun menjaga keamanan dengan catatan bukan berarti untuk ikut ibadah.
“Mari kita marathon mengajak pemuda-pemuda lain yang belum bergabung supaya kita sama sama jalan menjaga keamanan Kabupaten Pringsewu,” pungkasnya.(Fid)