Mayat Gadis Tertutup Lumpur Hebohkan Warga Metro
RUBRIK, METRO – Warga Jalan Diponegoro, Kelurahan Hadimulyo Barat, Kota Metro digegerkan oleh penemuan mayat seorang perempuan di sebuah lahan kosong di wilayah itu, Kamis (28/7/2016). Belakangan diketahui bahwa mayat tersebut merupakan Helen (15), anak dari pasangan Rozali dan Sundari, warga Jalan Lukman Tanjung, Kelurahan Hadimulyo Barat.
Waka Polres Metro Kompol Radius Utama menerangkan, penemuan mayat itu dilaporkan oleh Zainal ke Polres Metro. Menerima laporan tersebut Polres langsung menurunkan tim ke lokasi kejadian.
“Mayat ditemukan sekitar pukul 15.00 WIB. Saat ditemukan mayat dalam kondisi tertelungkup dipenuhi lumpur. Pakaian yang dikenakan masih lengkap,” ujarnya di RSUA Yani.
Radius belum bisa memastikan penyebab kematian korban. Pasalnya, tidak ditemukan luka akibat benda tajam atau tumpul pada jenazah korban.
“Belum bisa dipastikan apa penyebab kematian korban. Saat ini masih dilakukan visum terhadap jenazah korban. Jadi kami masih menunggu hasil visum dari rumah sakit,” bebernya.
Ia menambahkan, malam sebelum mayat ditemukan, keluarga korban sempat melaporkan hilangnya korban dari rumah. Dengan hasil visum dan pengembangan yang tengah dilakukan anggota Polres Metro, pihaknya optimisitis dalam waktu dekat dapat ditemukan titik terang terkait penemuan mayat tersebut.
“Kita tunggu hasil visum dan pengembangan ya, doakan saja dalam waktu dekat dapat terungkap,” tukasnya.
Berdasarkan keterangan David, paman korban, Helen tidak pulang ke rumah sejak Rabu (27/7/2016) sore. Pihak keluarga juga telah berupaya untuk mencari korban ke kekerabat dan teman korban yang dapat dihubungi namun tidak juga ditemukan.
“Kami sempat melaporkan hal ini ke Polres Metro. Ada tetangga juga yang pernah melihat korban di TKP itu sebelum jenazahnya ditemukan. Nah, disitu (TKP) ada cowok yang lagi sama ponakan saya itu,” ujarnya.
Ia menceritakan, keponakannya itu adalah anak kedua dari empat bersaudara. Saat ini korban tengah menempuh pendidikan di SMP YPI kelas XI.
“Kami sekeluarga meminta pihak kepolisian dapat segera mengungkap kasus pembunuhan keponakan kami. Dan pelaku dapat dihukum setimpal atas perbuatan keji tersebut,” kata dia.
Diketahui, keluarga tidak memperkenankan jenazah korban untuk diotopsi. Pihak keluarga akan langsung membawa jenazah korban untuk langsung dimakamkan.
“Kita tidak tega kalau jenazahnya harus diotopsi. Semuanya sudah terjadi. Namun kita tetap meminta pihak kepolisian untuk segera menuntaskan kasus ini. Semoga pelakunya segera tertangkap,” pinta Misbah, nenek korban.(*)