KPK Beri Satu Persen Hasil Korupsi Bagi Para Pelapor

0
653
Lampung Online, situs Berita Lampung, Media Indonesia
Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) beri penghargaan kepada pelapor tindak korupsii berupa uang.

RUBRIK,JAKARTA – Pemerintah akan berikan penghargaan bagi mereka yang melaporkan informasi adanya dugaan tindak korupsi. Hal ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 43 tahun 2018 yang mengatur tentang pelapor informasi dugaan korupsi kepada penegak hukum akan diberi penghargaan dalam bentuk piagam dan maksimal Rp200 juta.

Namun menurut Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo lebih mengusulkan bahwa hadiah bagi pelapor itu sebesar satu persen dari uang yang digunakan untuk tindak korupsi. Mengutip Viva.co.id, Agus menyampaikan, untuk hal keamanan masyarakat yang melapor bisa menutupi identitasnya sehingga warga tidak perlu khawatir bahwa pelaporan tersebut akan berdampak negatif untuk kedepannya.

“Kalau satu persen kan menarik, jadi harapannya mendorong, meng-encourage (mendorong) semua itu kemudian mau melapor. Karena, ada hadiahnya tadi,” kata Agus di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 10 Oktober 2018.

“Orang itu pada waktu melapor juga boleh menyembunyikan identitasnya supaya aman,” ujar Agus.

Agus menegaskan bahwa penghargaan berupa uang didapat dari pemotongan uang pemerintah yang telah dikorupsi. Sehingga, pemerintah jadi tidak pusing dengan alokasi dana khusus untuk pelapor korupsi.

“Sebetulnya, pemerintah juga enggak perlu repot mengalokasikan khusus,” ucap Agus.

Dengan ditandatanganinya PP Nomor 43 tahun 2018 yang mengatur tata cara pelaksanaan peran, serta masyarakat, dan pemberian penghargaan dalam pencegahan, serta pemberantasan tindak pidana korupsi ini disambut baik oleh KPK.
KPK berharap, PP ini jadi salah satu upaya untuk perkuat pemberantasan korupsi di Indonesia.

“Diharap, nanti masyarakat semakin banyak melaporkan kasus korupsi. Dan, ketika perkara korupsi itu dilaporkan, tentu saja artinya pengawasan di sekitar lingkungan pelapor tersebut daerah itu akan lebih maksimal nanti. Saya kira positif, kalau memang ada peningkatkan kompensasi terhadap pelapor,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jl. Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa 9 Oktober 2018.(*/dw)

LEAVE A REPLY