Hindari Konflik di Lamteng Terulang, Para Tokoh Agama dan Adat Bersilaturahmi
RUBRIK, LAMPUNG TENGAH – Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Lampung Tengah menggelar pertemuan dengan para tokoh masyarakat, agama, dan adat yang ada di Kecamatan Padang Ratu. Hal tersebut dilakukan agar segala bentuk persoalan yang ada di masyarakat dapat terdeteksi sejak dengan cepat.
Ketua FKDM Kabupaten Lampung Tengah H Mutawali mengatakan, konflik yang sering terjadi di wilayah Lampung Tengah ditimbulkan akibat kurangnya tokoh masyarakat menjalin silaturahmi. Maka diharapkan dengan adanya silaturahmi maka segala persoalan dapat terdeteksi dan teratasi dengan cepat.
“Dengan silaturahmi, kita tingkatkan persatuan dan kesatuan demi terciptanya masyarakat Lampung Tengah yang aman, tertib dan damai,” ujar Mutawali yang juga Ketua MUI Kabupaten Lampung Tengah, Minggu (3/4/2016).
Ia menambahkan, peran para tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat sangat dibutuhkan dalam rangka menciptakan stabilitas di wilayah Kabupaten Lampung Tengah.
“Kami berharap supaya para tokoh dapat selalu bersilaturahmi dan menjaga hubungan baik, hal tersebut guna mengantisipasi dan melakukan pencegahan dini terhadap segala permasalahan yang akan timbul di dalam masyarakat,” terangnya.
Mutawali juga meminta kepada masyarakat agar dapat terus menjaga persatuan dan kesatuan. Apabila ada permasalahan supaya dapat mengkomunikasikan kepada para tokoh ataupun kepada aparatur (TNI, Polri, Pamong) setempat. “Sehingga permasalahan tersebut dapat ditata sedini mungkin dan tidak berkembang menjadi lebih besar,” ujarnya.
Sementara Kepala Kantor Kebangsaan dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Lampung Tengah Genta Surimuda menyambut baik kegiatan silaturahmi yang dilakukan oleh FKDM ini).
“Semoga kegiatan ini dapat menjadi awal dari bersatunya semua masyarakat di Lampung Tengah, sehingga kabupaten kita ini menjadi daerah yang aman dan tentram,” ujar Genta.
Genta meminta kepada masyarakat untuk mewaspadai terhadap segala aliran keagamaan yang saat ini berkembang di masyarakat, salah satunya Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), dan melaporkan kepada pihak yang berwenang apabila mengetahui dan melihat hal-hal yang tidak sesuai dengan aturan yang ada.
“Saya minta masyarakat untuk tidak main hakim sendiri dalam menghadapi segala permasalahan yang ada, karena dengan adanya tindakan tersebut, maka akan berakibat kepada konflik yang lebih luas, dan akan sangat merugikan masyarakat itu sendiri,” jelas mantan Kabag Humas Pemkab Lampung Tengah ini.
Genta menerangkan, FKDM dibentuk di setiap kecamatan dengan tujuan untuk memberikan informasi sedini mungkin terhadap setiap kejadian, sehingga dapat dilakukan penanganan secara cepat oleh aparat dan pemerintah daerah.(*)