Gara-gara Cabuli Muridnya, Guru SD di Lamteng Masuk Penjara
RUBRIK, LAMPUNG TENGAH – Seorang guru di salah satu Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Terbanggibesar berinisial AR (22) harus mendekam di sel Mapolres Lampung Tengah akibat melecehkan muridnya, Senin (12/2/2018).
Orangtua korban, Aris (44) mengetahui anaknya diperlakukan seperti itu langsung kaget. Menurut Aris, pelecehan terjadi pada Rabu (7/2/2018) pada jam sekolah sekitar jam 3 sore.
Pelaku melecehkan korban dengan alasan mengajarkan membersihkan alat kelaminnya.
”Pelaku membawa anak saya ke lantai atas kemudian diajari cara bersihkan kemaluan namun pelaku memegang alat kemaluannya,” ujarnya, Senin (12/2/2018).
Malam setelah pulang sekolah, Aris mengaku anaknya menceritakan kejadian tersebut kepadanya.
“Malam Kamisnya anak saya cerita pada saya terkait perbuatan gurunya, Kamis pagi langsung saya laporkan ke Polres Lamteng,” tegasnya.
Aris menduga melihat kejadian tersebut maka masih banyak korban yang lain. Aris menyebut, perbuatan pelaku karena perilaku bawaan.
Untuk penegakan hukum, selalu orangtua, Aris meminta pelaku supaya dihukum seberat-beratnya.
“Ini sudah merusak, istri saya sampai sekarang masih syok. Sejak kejadian yang menimpanya, anak saya tidak mau masuk sekolah akibat malu,” ujarnya.
Pelaku AR (22), warga Kalirejo tetap berkilah dan mengaku secara tidak sengaja untuk berbuat seperti itu. Ia berkilah hanya ingin mengajarkan tata cara bersuci membersihkan najis.
Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Lampung Tengah Eko Yuono menuturkan, pelaku akan dikenakan UU No 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman di atas 15 tahun ditambah karena pelaku pendidik bisa lebih.
“Dalam tahun 2018, LPA sudah menangani tujuh kasus kekerasan seksual anak,” tuturnya.
Kasat Reskrim Lampung Tengah AKP Rezky Maulana mendampingi Kapolres Lampung Tengah AKBP Slamet Wahyudi mengatakan, pelaku sudah diamankan, Kamis pagi di salah satu SD di Terbanggibesar.
Menurut Rezky, saat ini pihak Polres Lampung Tengah masih melakukan pengembangan apakah masih ada korban yang lain di sekolah tersebut.
“Kami imbau untuk orangtua agar saling menjaga dan memperhatikan sekelilingnya. Dan bila ada kejadian seperti ini agar segera langsung melaporkan ke kepolisian terdekat,” pungkasnya.(*)