Balitbangda Lampung Tengah Gelar Pelatihan untuk Peningkatan Produksi dan Pascapanen Ubi Kayu
RUBRIK, LAMPUNG TENGAH – Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Lampung Tengah menggelar kegiatan fasilitasi peningkatan kapasitas dengan materi pelatihan pembibitan, pemeliharaan, produksi, dan management pasca panen ubi kayu.
Pelatihan ini guna efektivitas pencapaian tujuan pelaksanaan Sistem Inovasi Daerah (SIDA) Kabupaten Lampung Tengah.
Kegiatan ini diselenggarakan atas kerja sama antara Balitbangda Kabupaten Lampung Tengah dengan Kemenristekdikti serta Universitas Lampung (Unila) berpusat di Balai Kampung Sri Bakti 2, Kecamatan Seputih Banyak.
Kegiatan ini diikuti oleh 100 orang peserta yang berasal dari Kelompok Wanita Tani (KWT), Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) serta penyuluh pertanian perwakilan dari 13 kampung yang ada di kecamatan Seputih Banyak, Rabu (14/9/2017).
Pada kegiatan ini, Balitbangda menghadirkan staff pengajar sebanyak 10 orang yang menjadi narasumber. Mereka merupakan dosen dari Fakultas Pertanian Unila yang mempunyai berbagai bidang pengetahuan terkait pertanian ubi kayu (singkong) serta yang akan mengajarkan berbagai pengetahuannya kepada para petani di Kecamatan Seputih Banyak.
Selain itu juga hadir perwakilan dari Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) Sugiyatmo atau yang lebih akrab disapa Momo.
Kepala Badan Balitbangda Lampung Tengah I Gusti Nyoman Suryana mengatakan, tujuan diadakan kegiatan ini adalah untuk memberikan masukan kepada kelompok tani terkait ubi kayu yang merupakan penjabaran dari SIDA.
‘’Di Lampung Tengah kita mengutamakan ubi kayu, tujuannya untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas produksi dengan begitu maka kesejahteraan petani ubi kayu dapat meningkat,” katanya.
Setelah pertemuan ini, lanjut mantan Camat Seputihraman ini, pihaknya akan bekerja sama dengan beberapa Organisasi Pegawai Daerah (OPD) terkait agar ke depan masyarakat petani tidak tergantung dalam penggunaan pupuk kimia. Ke depan Balitbang akan mengembangkan pupuk cair organik di Lampung Tengah untuk membantu petani.
Salah satu narasumber, Ewin Yuliadi, yang juga dosen Agronomi dan Holtikultra di Unila mengatakan, Lampung Tengah dikenal dengan penghasil singkong terbesar di Lampung dan di Indonesia sehingga kesejahteraan masyarakat petaninya harus ditingkatkan. Untuk itulah pihaknya berusaha membantu masyarakat petani singkong di Lampung untuk meningkatkan perekonomian bernasisi cassava.
‘’Lampung Tengah ini dikenal karena penghasil singkong terbesar di Lampung dan juga Indonesia, sehingga kesejahteraan petaninya harus ditingkatkan. Untuk itulah Unila bekerja sama dengan Puslitbang Casavana berusaha membantu masyarakat di Lampung untuk meningkatkan perekonomian berbasis Cassava, dan teknologi yang berkaitan dengan cassava ini mulai dari konvamnya, bagaimana peningkatan produktivitas sesuai ovamnya, teknologi pascapanen dan seterusnya dapat kita tingkatkan yang ujungnya adalah kesejahteraan masyarakat petani cassava,” terang Erwin Yuliadi.
Selain itu kedepan pihak Unila akan menjalin kerja sama dengan unit kerja yang lain, bukan hanya di tingkat daerah saja, tetapi juga melibatkan swasta bahkan internasional untuk pengembangan cassava ini.(ddy)