Diduga Memeras di Taman Ki Hajar Dewantara, Dua Pemuda Diperiksa Polisi
RUBRIK, METRO – Aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Metro Timur dibantu personel Satuan Sabhara Polres Kota Metro melakukan penyisiran di Taman Ki Hajar Dewantara, Kelurahan Iringmulyo, Kamis (13/4/2017).
Penyisiran tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan warga terkait adanya dugaan pemerasan yang dilakukan oleh oknum juru parkir di taman tersebut.
Setelah dilakukan penyisiran, didapat dua orang pemuda berinisial Q dan S yang mengaku sebagai juru parkir di taman tersebut. Keduanya langsung diperiksa polisi dan didapati belasan ribu rupiah dari tangan keduanya.
Keduanya membantah dengan menunjukan selembar Surat Keterangan (SK) parkir atas nama penanggung jawab Rillo Bellado. Kedua pemuda ini mengelak bila dugaan pemerasan tersebut ditujukan pada mereka.
Ketika dimintai keterangan oleh polisi, keduanya mengaku disuruh salah seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Dinas Perhubungan Kota Metro bernama Panca. Kedua pemuda ini mengaku hanya meminta uang parkir sebesar Rp 2.000 kepada setiap orang yang datang ke Taman Ki Hajar Dewantara.
“Ya saya mintain Rp 2.000 tapi ada yang seribu, kalo saya ini cuma suruhan, itu atas nama anaknya Pak Panca namanya Rillo. Kalo Pak Panca orang Dinas Perhubungan, kalo yang nyuruh kita anaknya yang namanya Rillo itu, tapi Pak Panca tau. Ya makanya saya tarikin karena dari dulu diparkirin juga di dalem sini,” ucap salah seorang pemuda berinisial Q.
Kendati tidak dilakukan penahanan terhadap dua pemuda tersebut, namun polisi tetap memberikan peringatan dan teguran keras agar aksi dugaan pemerasan di Taman Ki Hajar Dewantara tidak kembali terulang.
Polisi menjelaskan, setelah dilakukan pemeriksaan tidak terdapat tindak pidana pemerasan di taman tersebut, namun pihaknya menilai adanya pungutan liar yang diduga dilakukan petugas parkir dengan menarik uang parkir di luar ketentuan Perda Kota Metro.
“Ya adanya dugaan pemerasan yang dilaporkan oleh warga melalui via telepon dan pesan singkat, diduga di taman di Jalan Ki Hajar Dewantara ini adanya pemalakan. Namun setelah ditindaklanjuti dari patroli Polsek Metro Timur dan Polre Metro, ternyata bukan pemalakan, namun petugas parkir, tapi tidak menggunakan seragam parkir, jadi warga tidak tahu kalo itu tukang parkir,” jelas Bripka Nuri.
Bripka Nuri juga memberikan imbauan kepada para pemuda tersebut untuk menyediakan tempat parkir dan mengenakan seragam saat bertugas, agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi.
“Ini akan kita tindak lanjuti lagi, dan kita berikan imbauan agar menyediakan tempat parkir yang layak dan menggunakan seragam, supaya masyarakat tahu. Dan kami juga akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mencari solusi permasalahan ini,” tandasnya. (By)