Diduga Korban Pembunuhan, Polres Metro dan Mabes Polri Autopsi Jenazah Ester Intan
RUBRIK, METRO – Polres Metro dibantu tim forensik Mabes Polri melakukan autopsi jenazah Ester Intan, yang ditemukan meninggal dunia pada 17 April 2013.
Autopsi dilakukan untuk mencari tahu penyebab kematian Ester Intan. Ini setelah pihak keluarga melaporkan adanya indikasi pembunuhan saat Kapolres Metro menggelar kantor di Lapangan Samber beberapa waktu lalu.
“Saat kita lakukan pemeriksaan tulang tidak ada tanda-tanda kekerasan. Tengkorak bersih. Kalau ada kekerasan kan tengkorak rusak. Cuma di jantung ada penebalan pembuluh. Tapi kami harus periksa ke lab,” ujar Arif Mulyono, tim labfor Mabes Polri, selepas autopsi di TPU Metro Selatan, Jumat (18/3/2016).
Rudi Kurnia Wijaya, putra dari Ester Intan yang ditemukan tak bernyawa tiga tahun lalu di Desa Karangrejo, Metro Utara, mengaku belum percaya jika ibunya meninggal akibat sakit.
“Yang pertama itu, dari lokasi rumah (adik) saya dengan TKP sangat jauh. Belasan hingga puluhan kilometer. Dan juga ada luka-luka saat ibu saya ditemukan. Ini yang masih ganjil,” tukasnya.
Jika dikarenakan sakit jantung, Rudi menilai, ibunya tidak pernah memilliki riwayat penyakit tersebut. “Ada kok kita rekam medisnya. Kalau katarak iya. Tapi itu pun sudah diobati,” ungkapnya.
Rudi mengaku, untuk selanjutnya pihak keluarga akan berkoordinasi dengan Polres Metro terkait adanya tindak kekekerasan saat jenazah ditemukan tiga tahun lalu. “Kita tunggu hasil lengkap dan kita siap bekerjasama dengan Polres,” terangnya.(*)
(Gambar Ilustrasi)