Pipa Pertamina di Talang Ubi Diduga Disabotase, Semburan Minyak Mentah Cemari Lingkungan
RUBRIK, PALI – Lagi dan lagi pipa milik PT Pertamina EF Asset II Pendipo Field di Sabetase orang tidak bertanggung jawab.
Kali ini pipa yang beroperasi di seputaran Desa Setia Jaya, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Pali diduga digergaji orang sampai tujuh titik.
Bahkan jarak antara lubang ke lubang hanya beberapa meter saja. Kejadian ini sudah hampir satu bulan lamanya.
Pipa milik PT Pertamina Pendopo field yang beroprasi di seputaran Kabupaten Pali bukan kali ini saja terjadi disabotase orang tak dikenal.
Pa tuan media ini di lapangan, terlihat bekas semburan minyak mentah hingga mengenai pohon-pohon yang tingginya hampir delapan meter lebih.
Bahkan akibat dari semburan minyak mentah milik PT Pertamina Pendopo Field hingga mencemari lingkungan, bahkan mencemari kolam atau lebung masyarakat.
Rendy, salah satu warga setempat mengatakan, kejadiana pipa milik PT Pertamina yang diduga digergaji orang ini lebih kurang satu bulan lamanya
“Namun pihak yang punya pipa dalam hal ini PT Pertamina Pendopo belum ada upaya melakukan pembersihan,” ujarnya, Rabu (14/3/2018).
Ia menyayangkan kejadian ini, sebab tumpahan minyak mentah sudah lama namun sampai saat ini hanya diberi garis pembatas dan belum ada upaya sama sekali.
Padahal di areal semburan minyak mentah itu mengenai kebun karet milik warga.
Tak hanya itu, di sekitar tumpahan minyak itu ada kolam atau lebung warga, tentunya di dalam lebung tersebut banyak habitat seperti ikan dan burung.
“Tentunya kalau belum ada upaya pembersihan tumpahan minyak maka habitat di sana akan mati,” pungkas Rendy.
Sementara Asisten Manager Feri Prasetyo Wibowo saat dijumpai di halaman Kantor PT Pertamina EF Asset II Pendopo Fiel, Selasa (13/3/2018) membenarkan kejadian pipa yang disabotase orang tidak dikenal.
“Betul, kondisinya pas kejadian tersebut hujan deras nah akhirnya menyebar. Kemarin pembersihan terkendala alat untuk masuk ke daerah-daerah,” ujarnya.
“Tadi pihak elnusa ke sini tanya kepada saya kalau untuk masukan alat seperti apa, kalau kita masukan alat berarti kita harus melewati lahan orang, nah itu komunikasinya seperti apa,” imbuh Feri.
Menurut Feri, pihaknya saat ini sedang berupaya mencari solusi dengan menggelar rapat bersama manajemen.
“Jadi mereka ada beberapa spot yang terkendala. Memang karena waktu itu musim hujan penyebarannya agak jauh,” imbuh Feri.
Feri juga mengaku belum memonitor tumpahan minyak mentah yang mengalir ke anak sungai dua. Namun akibat kejadian ini pihaknya sudah membuat laporan ke Polsek Talang Ubi.(Purba)