Waki Bupati Zaiful Akan Tindak Pelaku Kriminal di Kampungnya
RUBRIK, LAMPUNG TIMUR – Wakil Bupati Lampung Timur Zaiful Bukhori menyatakan akan menindak tegas para pelaku kejahatan yang beraksi di kampung halamannya, Desa Negara Ratu, Kecamatan Batanghari Nuban, Kabupaten Lampung Timur.
“Jangan melakukan tindak kriminal dan peredaran narkoba di Desa Negara Ratu ini. Bila ditemukan hal tersebut maka kami tidak tak akan segan-segan menindak tegas tanpa pandang bulu para pelakunya,” tegas Zaiful dalam pidato sambutan di acara lomba desa tingkat kecamatan di Desa Negara Ratu, Kamis (7/4/2016).
Zaiful pun mengajak keluarga besarnya bergotong royong menjaga ketertiban dan keamanan serta membangun kampung halamannya tersebut. Zaiful berjanji mulai 2016 ini akan berusaha memperbaiki desa tempatnya berasal.
“Saya berterima kasih atas partisipasinya mendukung saya menjadi wakil bupati Lampung Timur. Sudah selayaknya sebagai putra daerah, saya akan membangun desa agar sejajar dengan desa-desa lain,” ujarnya.
Kepala Desa Negara Ratu Agus Ismail meminta pemkab lebih memperhatikan desa-desa di wilayah Kecamatan Batanghari Nuban maupun kecamatan lain. Sebab, katanya, banyak kekayaan alam desa yang belum sepenuhnya dinikmati oleh penduduk sendiri, seperti batu belah. Potensinya masih bisa sampai 10 tahun kedepan.
“Pengairan untuk persawahaan juga belum maksimal. Saat ini sumber air masih didapat dari serapan hutan bukan irigasi pengairan yang disediakan pemerintah. Kami berharap kedepan pemerintah lebih memperhatikan lagi,” katanya.
Camat Batangari Nuban Umar Dhani mengakui bahwa Desa Negara Ratu jauh lebih baik saat ini dibanding dulu. Seperti jalan yang sudah diaspal karena diusahakan oleh Wakil Bupati Zaiful yang ketika itu masih menjabat anggota DPRD.
Menurut Umar, lomba desa ini merupakan agenda rutin yang harus ditindaklanjuti karena tujuannya mengukur perkembangan desa dalam semua aspek.
Masyarakat Desa Negara Ratu pun nampak antusias mengikuti dalam lomba desa ini. Hal tersebut nampak dari penyambutan Wakil Bupati Zaiful Bokhari yang diiringi arak-arakan mulai dari pintu masuk menuju desa sampai tempat lomba berlangsung.
Ragam penampilan di panggung hiburan pun tersaji, mulai dari kesenian tradisional kuda lumping, organ tunggal, dan pentas ibu-ibu PKK.(rubrikmedia)