Upacara Ngaben Umat Hindu Kampung Sangga Buana

0
63

RUBRIK LAMTENG – Warga Hindu yang berada di Kampung Sangga Buana, Kecamatan Seputih Banyak, Kabupaten Lampung Tengah menggelar upacara pengabenan. Guna mencegah kerumunan di masa pandemi acara Ngaben dilakukan dengan melibatkan warga secara terbatas serta pengusungan Bade atau tempat jasad dilakukan secara estafet serta menggunakan mobil.

Upacara Ngaben merupakan ritual sakral bagi umat Hindu Bali, Ngaben merupakan penyucian roh anggota keluarga yang sudah meninggal dunia menuju ke tempat peristirahatan terakhir.

Sehingga tradisi tersebut masih berjalan sampai saat ini, bahkan upacara Ngaben tidak hanya dilakukan di Pulau Dewata Bali. Namun, umat Hindu Bali yang berada di Kampung Sangga Buana, Kecamatan Seputih Banyak, Kabupaten Lampung Tengah ini masih tetap mempertahankan tradisi warisan leluhur mereka.

Dalam upacara Ngaben biasanya dilakukan orang banyak namun, di tengah pandemi Covid-19 saat ini, menggelar upacara Ngaben untuk mencegah kerumunan masa maka dilakukan pengusungan Bade atau tempat jasad menggunakan mobil, serta dilakukan secara estafet.

Rangkaian kegiatan Ngaben tersendiri yaitu ada 10, yang pertama yaitu Ngupali atau pemanggilan sang Atma, apabila yang meinggal dunia tersebut berada di luar rumah. Selanjutnya Nyirami atau Ngemandusin, yaitu memandikan jenazah atau mensucikan jenazah.

Setelah itu Ngajum Kajang, yaitu pemangkau menilis aksara aksara magis di selembar kertas putih dan para keluarga dan kerabat akan melaksanakan upacara Ngajum Kajang dengan cara menekan kertas putih dengan tulisan aksara masig tersebut sebanyak tiga kali dengan arti kemantaban hati pihak kelurga dan krabat melepas kepergian mendiang.

Setelah proses tersebut dilalui kelaurga yang dipandu oleh pemangku akan melaksanakan Ngaskara, yang artinya penyucian roh mendiang. Setelah acara tersebut selesai akan dilanjutkan dengan Mameras yang artinya sukses, rangkain memeras ini apa bila mendiang atau yang meninggal sudah memiliki cucu, karena menurut keyakinan cucu tersebutlah yang akan menuntun jalanya sang mendiang memalui do’a dan karma yang baik yang mereka lakukan.

Setelah itu akan dilakukan peoses Papegatan yang mempunyai makna memutuskan hubungan duniawi dan cinta dari kerabat mendiang. Setelah proses tersebut akan dilakulkan Pakiriman Ngutang yaitu jenazah akan dinaikan ke atas Bade atau tempat jenazah.

Setelah jenazah berada di atas Bade jenazah akan diarak untuk menuju ke Pure atau tempat kremasi, dan acara tersebut disebut Ngeseng atau atau pembakaran jenazah. Setelah jenazah tersebut dikremasi dengan cara dibakar, selanjutnya akan dilakukan acara Ngayud yang artinya abu jenazah akan dihanyutkan di sungai, kegiatan ini bermakna menghanyutkan segala kotoran yang masih tertinggal di dalam roh mendiang.(Red)

LEAVE A REPLY