Rumah berukuran 5 x 7 meter yang berlokasi di RT 5 Lingkungan V Kelurahan Pringsewu Selatan ini roboh sekitar pukul 15.00 WIB, beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian ditaksir mencapai jutaan rupiah.
Pria yang berprofesi sebagai sopir ini menceritakan, rumah tersebut telah ia tempati sejak tahun 1990 dan ambruk begitu saja diterpa angin dan hujan deras.
“Saya tinggal disini sudah lama dan peristiwa terjadi saya sedang mengantar pakan ikan ke Sukoharjo,” papar Marji pada Radar Pringsewu, Sabtu (6/4/2017).
Akibat, ambruknya rumah tersebut beberapa peralatan rumah tangga mengalami kerusakan seperti televisi, piring, kasur dan lainnya. Marji mengaku tidak memiliki uang untuk memperbaiki rumahnya tersebut, sehingga untuk saat ini dia tinggal di rumah milik salah seorang saudaranya.
Dirinya mengaku belum menerima bantuan sama sekali. Menurutnya, bantuan justru akan diberikan oleh teman – temannya dimana tempatnya bekerja.
“Besok, mungkin teman – teman tempat saya bekerja akan gotong – royong membantu membersihkan puing – puing reruntuhan,” ujarnya.
Kedepan dirinya berharap ada bantuan dari pemerintah maupun pamong setempat, karena dirinya memang tak memiliki cukup dana untuk membangun kembali rumahnya.
“Bagaimana mau memperbaiki mas, untuk hidup saja pas – pasan. Penghasilan satu hari ya cukup untuk makan saja,” pungkas pria yang hidup sebatang kara ini.
Diketahui, hujan deras yang melanda Pringsewu hari Kamis (4/5/2017) lalu juga mengakibatkan sebuah pohon besar tumbang di Kelurahan Pajaresuk dan beberapa anak sungai meluap di Kelurahan Pringsewu Selatan sehingga mengakibatkan beberapa ruas jalan tergenang mencapai 30 cm. (Fid)