Penanganan Karhutla di Way Kambas Diperkuat, TNI Kerahkan Drone Thermal dan Water Bombing
RUBRIK,LAMPUNGTIMUR — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur, terus diperkuat. TNI mengerahkan drone thermal, Tim Alfa, hingga operasi water bombing untuk memadamkan api dan mencegah kebakaran meluas.
Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi mengatakan drone thermal digunakan untuk memetakan titik api sekaligus mendeteksi bara di bawah permukaan tanah yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Selain itu, 40 personel pasukan khusus yang tergabung dalam Tim Alfa diterjunkan ke lokasi yang sulit dijangkau. Personel menggunakan metode fast rope untuk mempercepat mobilisasi menuju area terisolir.
Pemadaman juga dilakukan dari udara melalui operasi water bombing. TNI turut mengoperasikan drone semprot berkapasitas 16 hingga 100 liter untuk menyiram sejumlah titik kritis.”kita terus melakukan pemadaman di titik api yang masih ada di sejumlah lokasi, selain menerjunkan personil TNI juga menggunakan water bombing untuk menjangkau titik api”terang Pangdam
Berdasarkan data penanganan di lapangan, kebakaran pada 21 hingga 22 Agustus 2026 menghanguskan sekitar 673 hektare lahan di Desa Braja Harjosari.
Sementara pada 23 hingga 24 Agustus, kebakaran terdeteksi di wilayah Braja Kencana dan Braja Luhur dengan luas sekitar 123 hektare, serta 6,4 hektare di Rantau Jaya.
Sebagian besar area yang terbakar merupakan ekosistem savana atau padang alang-alang.
Saat ini, tim gabungan terus memfokuskan pemadaman dan melokalisasi api agar tidak meluas serta mengancam habitat satwa di kawasan Taman Nasional Way Kambas.(muh)