Kisah Kakek Penjual Abu Gosok, Sahur dan Berbuka Puasa dengan Air Putih

0
941
Kakek penjual abu gosok, sahur dan berbuka puasa dengan air putih. | Facebook.com

Rubrikmedia.com, Ragam – Puasa mengajarkan kita merasakan keadaan yang dialami orang fakir dan miskin. Lapar dan dahaga yang kita rasakan, itu juga keadaan yang mereka rasakan.

Sebagian saudara kita yang kurang beruntung kerap menjalani keseharian dengan menahan rasa lapar karena berbagai alasan, khususnya keterbatasan ekonomi.

Seperti kisah kakek penjual abu gosok di Jakarta. Dia mengaku tak pernah makan saat sahur dan berbuka puasa.

Kakek yang mengalami ganguan pendengaran itu mengaku hanya sahur dan berbuka puasa dengan air putih.

Dia berkisah pada seorang yang hendak membeli dagangannya.

Diceritakan mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, begini isi penggalan status akun Facebook Fauziah Ulfa.

“Bapak tinggal dimana?”

“Deket, di deket bengkel las daerah pisangan”

(Saya menyimak)

“Saya tinggal numpang sama orang, anak saya tinggal di cikarang. Perut saya sakit neng, selama puasa gak pernah makan karena gak ada apa2 dirumah. Saur sm buka cuma pake air putih aja”

 Suaranya terdengar parau menahan tangis.

 “Bapak kenapa gak istirahat aja? Gak usah puasa aja pak”

Beliau hanya tersenyum. Dan berkata “maaf ya neng, saya gak bisa ngobrol banyak. Perut saya sakit kalo banyak ngobrol”

“Ohiyaa pak, saya pamit ya pak”

Tangis saya tertahan, saya merasa tertampar pagi ini.

Beliau sudah se-tua itu, masih sanggup berpuasa. Masih sanggup bekerja. Saya yang se-muda ini, masih sering mengeluh, masih sering menyepelekan makanan sdgkan kakek tersebut, untuk makan pun susah.

 Belilah abu gosoknya yg seharga 3000 rupiah atau bola kecil yg seharga 5000 rupiah.

Pak, semoga hari ini Allah memberimu rezeki yg berlimpah dan semoga ibadah puasamu beberapa hari ini di terima oleh Allah. (*)

LEAVE A REPLY