Ini Peta Kekuatan PDI-P Lampung untuk Tumbangkan Cagub Petahana di Pilgub 2018
RUBRIK, LAMPUNG TENGAH – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Lampung berniat melawan calon gubernur petahana M Ridho Ficardo dalam Pemilihan Gubernur 2018 mendatang. Langkah yang diambil partai besutan Megawati Soekarnoputri ini sudah diperhitungkan dengan matang mengingat kekuatan PDI-P di Lampung sangat besar dan diyakini mampu menumbangkan gubernur incumbent.
Plt Ketua DPD PDI-P Lampung Bambang Dwi Hartono mengatakan, niat untuk melawan incumbent pada pilgub mendatang karena potensi untuk menjadi pemenang di Lampung sangatlah besar. Selain memiliki 17 kursi di DPRD provinsi dari 85 kursi yang ada, PDI-P sudah mampu untuk mengusung sendiri calon gubernurnya.
“Kami berniat untuk melawan gubernur incumbent dalam Pilgub 2018 mendatang. Kami punya 17 kursi dan sudah mencukupi kuota 20 persen untuk mengusung calon sendiri,” ujarnya seusai melakukan konsolidasi ke 15 kabupaten/kota di Lampung.
Pertimbangan lain PDI-P untuk bertarung melawan incumbent adalah kemenangan dalam Pileg 2014 lalu sudah bisa menjadi modal awal untuk menghadapi pilgub karena dari 15 kabupaten/kota yang ada di Lampung, partai berlambang banteng moncong putih ini kini memiliki 11 ketua DPRD yang tersebar.
“Pada pileg lalu, kami di Lampung jadi pemenang pemilu. Kami menang di 11 kabupaten/kota, lalu di tiga daerah lainya kami menjadi runner up, dan di satu daerah kami berada di peringkat ketiga. Artinya, kami punya perwakilan unsur pimpinan i tiap daerah,” paparnya.
Disamping itu, PDI Perjuangan juga memiliki kader yang menjadi kepala daerah di beberapa kabupaten/kota yang ada di Lampung. Banyak kader potensial yang layak untuk maju dalam pilkada.
Bambang melanjutkan, banyak yang mendaftar ke PDI-P saat membuka pendaftaran cabup dan cawabup, beberapa di antara dari kalangan kepala daerah yang saat ini menjabat di kabupaten/ kota.
“Mereka yang sudah sukses menjadi Bupati, harusnya sudah berani bertarung di Provinsi. Kami punya hasil pilkada tahun 2015 dan 2017, dari pencermatan kami kader PDI P sendiri yang bertarung banyak yang menang,” terangnya.
Pihaknya menjelaskan, dalam kongres PDI-P IV, banyak desakan yang datang supaya dalam perhelatan pilkada, PDI mengusung calon dari kader partai. Walau demikian semua partai ini tetap melakukan penjaringan untuk melihat peta kekuatan.
“Kawan-kawan di daerah mendesak DPP agar memprioritaskan kader sendiri untuk maju dalam Pilgub, dengan aspirasi yang berkembang dan fakta saat kader bertarung di lapangan. Kalau di Lampung sayang kalau tidak (usung kader sendiri), karena cukup kuat,” tandasnya.
Sementara Sumarsono, kader PDI Perjuangan yang berada di Kabupaten Lampung Tengah, menyatakan sudah siap untuk melawan gubernur incumbent dalam Pilgub Lampung. Sumarsono hanya akan memenangkan calon yang diusung PDI Perjuangan.
“Pak Bambang DH, yang didampingi Pak Ningrum Gumai memerintahkan kepada kami secara implisit untuk melawan incumbent dalam Pilgub Lampung. ‘Sanggup nggak, tanya Pak Bambang kepada kami’, kami jawab sanggup, kenapa tidak. Bisa menang gak? Bisa, kenapa tidak. Sepanjang semua sudah terkoordinir dengan rapi,” jelas Bendahara DPC PDI-P Lampung Tengah ini.
Apapun bentuknya dan bagaimanapun alasanya, kata Sumarsono, PDI Perjuangan Lampung tidak akan memberikan dukungan kepada gubernur petahana karena PDI-P sudah berniat untuk melawan incumbent sampai titik darah penghabisan.
“Kami sama-sama mendengar PDI Perjuangan tidak akan mendukung gubernur incumbent, justru kami akan melawannya. Kami akan terapkan trisakti, berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian di bidang budaya,” tandas anggota DPRD Lamteng itu.(*)