ENAM PEKON DI PRINGSEWU DEKLARASIKAN BEBAS STOP BUANG AIR BESAR SEMBARANGAN

0
1331

RUBRIK, PRINGEWU – Pemerintah Kabupaten Pringsewu bekerja sama dengan SNV melakukan kegiatan deklarasi stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di Kabupaten Pringsewu, yang digelar di lapangan Pekon Patoman, Kecamatan Pagelaran, Selasa (23/8/2016).

Dalam Deklarasi Stop BABS kali ini terdapat enam pekon yang mendeklarasikan diri terbebas dari buang air besar sembarangan. Adapun keenam pekon tersebut, yakni Pekon Lugusari, Pekon Pasir Ukir, Pekon Pujiharjo, Pekon Ganjaran, Pekon Patoman, dan Pekon Sukawangi.

Hadir dalam kegiatan yang dipelopori Netherlands Development Organisation (SNV) tersebut, Bupati Pringsewu Sujadi, Kementerian Dalam Negeri Ala Baster, Kementerian Kesehatan Nugroho, perwakilan kedutaan Belanda Christina, jajaran forkopimda, anggota DPRD, Kepala Dinas Kesehatan Pringsewu, Camat, Kepala pekon, dan masyarakat yang memadati lapangan tempat diselenggarakannya acara tersebut.

Dalam sambutannya Bupati Pringsewu Sujadi meyakinkan kepada masyarakat yang hadir bahwa pada 2018 nanti Pringsewu akan terbebas dari BABS. “2018 kita selesai tidak ada buang air besar sembarangan untuk di Kabupaten Pringsewu,” ujar Sujadi.

Kabupaten Pringsewu sedang giat-giatnya membangun dari semua bidang, lanjut Sujadi, “Membangun manusianya, membangun infrastrukturnya, termasuk bagaimana mewujudkan manusia Pringsewu yang sehat. Karena itu program STBM menjadi program unggulan kami, dimana kami meyakinkan kepada kita semua, bahwa tidak akan ada satupun warga Pringsewu buang air besar sembarangan,” pungkasnya.

Sementara itu I Nyoman Suartana Program Leader WASH SNV Indonesia mengajak masyarakat khususnya Pringsewu untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dengan konsep STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat). Dan konsep STMB itu sendiri meliputi lima pilar, yakni stop buang air besar sembarangan (BABS), rajin mencuci tangan pakai sabun, mengelola makanan sehat dengan baik, mengolah sanitasi dan mengelola limbah dengan baik dan benar.

“Pekon (desa) yang berhasil melaksanakan program Stop BABS harus dijadikan motivasi oleh masyarakat pekon lain. Dengan begitu perilaku hidup bersih dan sehat akan lebih membudaya di kabupaten ini,“ katanya.

Diadakannya deklarasi desa SBS/ODF sebagai bentuk apresiasi dan pengakuan atas usaha masyarakat pekon yang telah berhasil membuat Pekon ODF dan agar dapat terus menjaga desanya tetap SBS/ODF dan mengajak masyarakat untuk melanjutkan melakukan perubahan perilaku hidup bersih dan sehat melalui lima pilar STBM serta memotivasi pekon yang lain untuk meniru keberhasilan mencapai desa SBS/ODF.

Dalam kegiatan ini, sejumlah perwakilan dari enam pekon di hadapan semua yang hadir melakukan pembacaan deklarasi yang menyatakan dinyatakan bebas prilaku BABS. Dilanjutkan pula penandatanganan Prasasti oleh bupati Pringsewu untuk enam pekon yang dinyatakan bebas prilaku BABS tersebut.(Fid)

LEAVE A REPLY