Disbunhut Tetapkan Lima Komoditas Unggulan di Lamtim

0
1971

RUBRIK, LAMPUNG TIMUR – Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Disbunhut) Kabupaten Lampung Timur (Lamtim) mengatakan, ada lima komoditas yang paling diunggulkan di Lamtim hingga saat ini. Komoditas itu adalah lada, tembakau, karet, singkong, dan kakao.

Kepala Disbunhut Lamtim David Ariswandy menjelaskan, lima komoditas yang paling diunggulkan itu karena yang bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. “Dari data keseluruhan komoditas yang ada di Lamtim, untuk yang terunggul dan yang cocok dibudidayakan untuk daerah Lampung Timur terlihat dari lima sektor tersebut, maka dari itu banyak masyarakat yang membudidayakan,” katanya.

Ia menyebutkan, luas tanaman singkong yang ada saat ini mencapai 21.328 hektare dengan produksi sebanyak 17.877 ton. Lalu kakao 3.729 hektare dengan produksi mencapai 3.038 ton. Kemudian, lada seluas 7.115 hektare dengan produksi 2.576 ton. Sementara komoditas tembakau 9.242 hektare dengan produksi diperkirakan mencapai 8.802 ton dan karet seluas 5.199 hektare dengan produksi 714,37 ton.DAVID 2

Menurutnya, dengan luas tanam dan produksi yang ada sekarang ini belum sebanding dengan potensi lahan yang ada, sehingga pemkab akan terus meningkatkan pengembangan komoditas-komoditas tersebut untuk memperkuat sektor perkebunan di daerahnya.

Ia juga mengatakan, membuka luas peluang investasi dalam sektor perkebunan bagi para investor yang berminat, dikarenakan dalam pengembangan juga membutuhkan campur tangan dari pihak swasta.
Menurutnya, luas lahan daerah tersebut masih sangat luas dan tekstur tanah sangat cocok untuk pengembangan komoditas perkebunan yang bernilai ekonomi tinggi termasuk tanaman semusim dan rempah-rempah.

Dia melanjutkan, ketersediaan lahan di daerah tersebut tersebar di seluruh kecamatan dengan didukung akses transpotasi yang memadai dan mudah dijangkau dari kabupaten terdekat. Ia juga menambahkan, selain mengembangkan pemanfaatan lahan tanam, pemkab setempat juga membuka peluang investasi pada pola tanam modern, teknologi pasca panen dan kerja sama pemasaran komoditas tersebut.

LEAVE A REPLY