Diduga Dihipnotis, Uang Rp 24 Juta di ATM Warga Lamteng Ludes
RUBRIK, LAMPUNG TENGAH – Kasus pembobolan ATM terjadi di Kelurahan Seputihjaya, Kecamatan Gunungsugih, Lampung Tengah. Akibatnya, Sudarmilah (55), warga Kelurahan Seputihjaya, harus kehilangan uang Rp 24.250.000 dalam ATM.
Menurut anak korban, Akmal Kusuma, kejadian ini menimpa ibunya di ATM Indomart Kelurahan Seputihjaya, Rabu (14/3/2018) sekitar pukul 08.00 WIB.
“Ibu saya jadi korbannya ketika mau mengambil uang di ATM BRI. Menurut cerita ibu saya, ketika di ATM ada seorang pria berdiri dekat ATM sambil teleponan,” katanya, Rabu (14/3/2018).
Kemudian, kata Akmal, ibunya memasukkan kartu ATM-nya ke mesin ATM.
“Kartu ATM dimasukkan. Tapi, tidak masuk seperti ada yang mengganjal. Akhirnya, ibu saya ingin keluar tak jadi mengambil uang. Laki-laki yang berdiri teleponan tadi menghampiri ibu saya sambil bertanya. Kenapa, Bu? Ibu saya menjawab kartu ATM-nya nggak bisa masuk. Laki-laki itu menawarkan membantu. Karena bingung, akhirnya menurut saja,” ceritanya.
Setelah itu, kata Akmal, laki-laki itu menyuruh ibunya menekan custome dan cancel.
“Setelah diminta menekan custome dan cancel, disuruh menekan nomor PIN ATM. Laki-laki itu mengingatkan agar jangan salah. Setelah PIN ditekan, laki-laki itu berbicara, ‘Bu, ini ATM-nya sudah ditelan’. Pria itu pun pergi meninggalkan ibu saya,” katanya.
Beberapa saat berlalu setelah laki-laki itu pergi, kata Akmal, mesin ATM mengeluarkan kartu ATM. “Setelah laki-laki itu pergi, kartu ATM-nya keluar. Sayangnya setelah dicek, kartu ATM itu bukan milik ibu saya,” ujarnya.
Setelah satu jam, kata Akmal, ibunya pergi ke BRI Bandarjaya untuk mengurus ATM yang ditelan.
“Akhirnya ke BRI ngurus ATM. Setelah dicek, rupanya dari pukul 08.00-09.00 WIB ada transfer dan penarikan dana dari kartu ATM ibu saya sebesar Rp 24.250.000. Akhirnya pihak BRI langsung memblokir,” ungkapnya.
Setelah mendapatkan rekening koran, kata Akmal, dirinya dan ibunya melapor ke Mapolres Lamteng pukul 11.00 WIB.
“Masalah ini sudah dilaporkan ke Mapolres Lamteng untuk ditindaklanjuti. Kami berharap banyak agar kasus ini terungkap dan tidak ada lagi korban lainnya,” katanya.
Sedangkan karyawan Indomart saat ditemui sekitar puku 19.00 WIB membenarkan peristiwa ini.
“Iya, kejadiannya tadi pagi. Kayaknya kena hipnotis, bukan ganjal ATM,” terang karyawan yang tak mau menyebutkan namanya.
Terkait kejadian ini, pihak kepolisian dan BRI belum datang untuk melakukan olah TKP. “Belum ada polisi atau pihak bank yang datang. Bahkan untuk mengambil rekaman CCTV,” tuturnya.
Sementara Kapolres Lamteng AKBP Slamet Wahyudi menyatakan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti laporan ini.
“Terima kasih infonya akan saya tindak lanjuti,” katanya via WhatApps.(Ddy)