Diduga Cabuli 16 Siswi SD, Guru Olahraga di Pringsewu Dilaporkan ke Polisi
RUBRIK, PRINGSEWU – Dunia pendidikan Kabupaten Pringsewu tercoreng akibat ulah seorang oknum guru di wilayah itu yang diduga melakukan pelecehan seksual kepada anak didiknya.
Oknum guru berinisial S (57), seorang guru olahraga di SDN 1 Lugusari, Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu dilaporkan ke Polsek Pagelaran karena diduga melakukan pelecehan seksual.
Sedikitnya 16 siswi di sekolah tersebut yang tak lain merupakan anak didik S. Rata rata korban adalah siswa kelas 1 yang mendapatkan perlakuan pencabulan, ada juga yang sudah kelas 6.
Menurut keterangan Kepala SDN 1 Lugusari Sri Lestari, adanya laporan kejadian tindakan pencabulan yang dilakukan oleh guru olahraga sekitar seminggu yang lalu. “Laporan awalnya dua anak, modusnya dengan memangku dan diraba-raba hingga ke alat vital dan pipi dicium,” kata Sri saat ditemui di Mapolsek Pagelaran, Selasa (23/8/2016).
Dari keterangan dua anak yang melaporkan kepada orangtuanya masing masing tersebut, lanjut Sri, akhirnya mengembang hingga ada 16 anak, hingga akhirnya para orangtua bersama-sama melaporkan ke Polsek Pagelaran.
Berdasarkan informasi yang kami himpun, oknum guru olahraga tersebut pernah melakukan hal yang sama pada tahun 2009 yang lalu, namun diselesaikan secara kekeluargaan di sekolah setempat.
Sementara itu saat dikonfirmasi, Kapolsek Pagelaran AKP Heri Sugito membenarkan adanya laporan tersebut. Dia menjelaskan bahwa pihaknya sudah mengamankan oknum guru olahraga tersebut dan saat ini masih dilakukan pemeriksaan.
“Dalam kasus kali ini diperoleh keterangan, setelah anak melaporkan kepada ibunya dan orangtua melaporkan ke kepala sekolah. Kemudian ditindaklanjuti sehingga banyak keluarga yang melapor, karena takut emosi para wali murid, akhirnya oknum guru diamankan di Polsek Pagelaran ini,“ jelasnya.
Modus pelaku, lanjut polisi berpangkat tiga balok berwarna emas itu, korban diajak ngobrol dan dipangku lalu dicium hingga dipegang alat vitalnya. “Korbannya sekitar 16 anak dan kemungkinan korban bertambah,” pungkasnya.(Fid)