Pura-pura Jadi Petugas Kesehatan, Dua Pria Ini Gondol Gelang Emas 10 Gram Milik Warga Lamteng
RUBRIK, LAMPUNG TENGAH – Aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Rumbia menangkap dua pelaku kasus penipuan, Rabu (3/5/2017).
Kedua tersangka adalah Tarsim (55), warga Jln Pulau Ternate, Gang Beringin, Lk 3 RT 01 RW 02, Kelurahan Jagabaya II, Kecamatan Sukabumi, Bandar Lampung dan Sutardi (52) warga Jln Pemuka, Gang Damai Nomor 23, Lk II RT/RW 008 Kelurahan Gunung Sulah, Kecamatan Way Halim, Bandar Lampung.
Kedua pelaku ditangkap berdasarkan laporan korban Riwayati, warga Kampung Bina Karya Jaya, Kecamatan Putra Rumbia, Lampung Tengah dengan nomor Laporan LP/127-B/V/2017/Res Lamteng/Sek Rumbia Tanggal 2 Mei 2017.
Kapolsek Rumbia AKP Edy Qorinas menjelaskan, kedua pelaku datang ke rumah korban dengan berpura-pura sebagai petugas medis dan memeriksa kesehatan korban. Karena korban memakai gelang emas, pelaku mengatakan alatnya tidak bisa mendeteksi penyakitnya, dan korban disuruh melepas gelang biar penyakitnya bisa terdeteksi.
Lalu korban diajak ngobrol dan menggerak-gerakkan tangannya untuk mengalihkan perhatian dan pelaku menukar perhiasan korban dengan perhiasan imitasi. Setelah itu kedua pelaku pergi meninggalkan korban dengan mengendarai sepeda motor Jupiter Z.
Sadar bahwa dirinya telah ditipu, korban langsung ke rumah kepala kampung Kodiran. Kepala kampung mengantarkan korban melapor ke Polsek Rumbia.
“Petugas kami berhasil meringkus kedua pelaku di Jalan Pasar Rumbia, Selasa (2/5/2017). Kami juga mengamankan barang bukti gelang emas d seberat 10 gram milik korban. Selanjutnya pelaku ditahan di Polsek Rumbia guna penyidikan lebih lanjut,” jelas Kapolsek.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 372 KUHP dan 378 KUHP dengan ancaman empat tahun penjara.
Salah seorang pelaku Tarsim mengaku sudah dua kali melakukan penipuan di Lampung Tengah dan Lampung Timur. Tarsim berdalih nekat melakukan kejahatan karena tidak memiliki pekerjaan.
Menurutnya, ia mencari korban dengan berpura-pura sebagai tenaga medis yang akan memeriksa kesehatan dan sasarannya para orang lanjut usia dan perempuan.
“Saya melakukan karena kebutuhan keluarga dengan anak lima tanpa ada kerjaan mau apa lagi mas. Sasaran kita lebih ke orang tua dan perempuan dengan berpura-pura jadi tenaga medis. Banyak orang percaya, namun setiap beraksi tidak semuanya berhasil,” tutur Tasrim.(ddy)