Anggota DPD RI Dorong Peningkatan Penyuluh dan SDM Petani Lamteng
RUBRIK, LAMPUNG TENGAH – Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Terbanggibesar bekerja sama dengan DPD RI menyelenggarakan forum diskusi petani. Diskusi tersebut dalam rangka mengatasi cuaca ekstrem dan sulitnya memprediksi perkembangan hama dan penyakit di lapangan serta untuk menyiapkan SDM petani.
Diskusi bertema” Mengantisipasi Perkembangan Hama dan Penyakit Tanaman Padi pada Cuaca Ekstrim” bertempat di rumah petugas penyuluh petanian di Kampung Karang Endah, Kecamatan Terbanggibesar, Lampung Tengah, Rabu (22/3/2017).
Hadir dalam kegiatan tersebut anggota DPD RI Ir Anang Prihantoro, anggota Komisi II DPRD Lampung Tengah Sumarsono dan Sopian Yusuf, Kepala Balai Proteksi Tananam Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Lampung Ir Bambang GS, penyuluh pertanian Kecamatan Terbanggibesar, para stakeholder terkait.
Peserta diskusi terdiri dari 74 perwakilan kelompok tani dari tujuh kecamatan, yaitu Kecamatan Seputih Agung, Gunungsugih, Seputih Mataram, Bumi Ratu Nuban, Seputih Raman, Way Pengubuan, dan Terbanggibesar.
Forum diskusi yang disponsori oleh anggota DPD RI yang bekerja sama BPTHP provinsi Lampung ini, mengharapkan agar semua stakeholder dapat bersinergi dalam upaya memfasilitasi para petani dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan yang dicita-citakan.
Dalam forum diskusi tersebut terungkap kendala yang dihadapi petani pada musim tanam dengan cuaca ekstrim saat ini. Di antaranya serangan hama wereng, penyakit blas, penyakit kerdil, dan banyak keluhan terkait pupuk yang langka dan harganya mahal.
Menurut anggota DPD RI Ir Anang Prihantoro, perlu kerja sama antara pihak terkait dalam mengatasi permasalahan petani. Dan pemerintah melalui PPL harus sering turun ke lapangan untuk meningkatkan kapasitas SDM petani sehingga target pertanian meningkat.
Ia menambahkan pemerintah daerah jangan hanya mendorong peningkatan produksinya tetapi tidak diikuti peningkatan SDM petani yang saat ini dirasa sangat kurang. Kendalanya, kata Anang, tenaga penyuluh masih kurang. “Ada penyuluh pertanian yang bagus tetapi masuk ke dalam birokrasi yang dinilai kurang menguntungkan,” ujarnya.
Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Lampung Tengah Sumarsono menilai, harus sering diadakan pertemuan antara petani dan penyuluh pertanian Lampung Tengah, karena dengan begitu akan cepat mengetahui permasalahan dari petani dan mencarikan solusinya.(ddy)