Ketua DPRD Metro: Pembangunan Drainase Harus Terhubung Antar Kelurahan
RUBRIK, METRO – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro memita program pembangunan saling berkaitan antara daerah satu dengan daerah yang lain.
Hal tersebut disampaikan Ketua DPRD Metro Anna Morinda seusai menghadiri musrenbang di Kecamatan Metro Utara, Kamis (16/2/2017) lalu.
Anna mengatakan, program pembangunan di masing-masing kecamatan dan kelurahan saling berkaitan, terlebih bagi daerah yang berbatasan langsung.
“Salah satu contohnya pembangunan drainase yang pararel sehingga antara drainase akan saling berkaitan atau terhubung. Dengan demikian akan meminimalisir terjadinya banjir yang belakangan ini terjadi di beberapa tempat di Kota Metro,” ujar politisi PDI-P ini.
Pembangunan drainase seperti itu, kata dia, seharusnya mendapat prioritas. Dengan pembangunan yang sesuai bestek tentunya dapat menekan penggunaan anggaran dan tidak menimbulkan masalah baru karena kondisi badan bangunan akan bertahan lama.
“Jangan sampai kita bangun di antara kelurahan drainasenya tidak nyambung, nanti sebelah banjir. Makanya pembangunan harus disinergikan dalam musrenbang ini,” ungkap Anna.
Dalam Musrenbang kali ini membahas 232 usulan kegiatan pembangunan. Usulan ini terbagi dalam tiga kelompok usulan, yaitu usulan sosial budaya sebanyak 177 usulan, ekonomi 31 usulan, dan fisik sebanyak 29 usulan.
Untuk mewujudkan ratusan usulan tersebut, tahun ini Pemkot Metro menyiapkan anggaran Rp 19 miliar lebih. Dana ini akan dibagi untuk tiga bidang di empat kelurahan, yaitu Karangrejo, Purwosari, Purwoasri, dan Banjarsari.
Pemerintah Metro juga menargetkan realisasi pajak bumi dan bangunan (PBB) di Kecamatan Metro Utara sebesar 78,13 persen bagi 38 RW dan 179 RT.(DW/*)