Unik!! Anak-anak hingga Kakek-kakek Antusias Ikuti Upacara HUT RI di Sawah
RUBRIK, METRO – Ragam kegiatan digelar oleh masyarakat Indonesia dalam merayakan Hari Kemerdekaan RI yang ke-71, tidak terkecuali di Desa Margerejo, Kota Metro, Lampung.
Ratusan warga desa yang terdiri dari anak-anak, ibu-ibu, dan bapak-bapak, bahkan kakek-kakek melaksanakan upacara di area persawahan yang baru dipanen, Rabu (17/8/2016).
Antusiasme warga Desa Margorejo inipun mengundang simpatik sejumlah warga desa lain yang melintasi lokasi digelarnya prosesi upacara bendera tersebut.
Tak hanya warga yang melintas, sejumlah warga Desa Margorejo yang ikut dalam upacara inipun merasa bangga dapat melaksanakan Peringatan Hari Kemerdekaan dengan melangsungkan upacara pengibaran Bendera Merah Putih meski di tengah sawah.
Apalagi para warga yang sudah lanjut usia mengaku sudah bertahun tahun tidak melaksanakan upacara bendera memperingati hari kemerdekaan seperti ini.
“Saya sudah hampir sepuluh tahun tidak mengikuti upacara bendera memperingati Hari Kemerdekaan terhitung sejak saya pensiun. Dengan digelarnya upacara pengibaran bendera semacam ini, saya dan warga Desa Margorejo lainya khususnya yang sudah manula merasa semangat kembali karena mengingat gugihnya para pejuang terdahulu dalam merebut kemerdekaan,” tutur Yulianto (60).

Suasana antusias warga Desa Margorejo Metro Lampung saat melakaanakan upacara Bendera peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-71 di area peraawahan, Rabu (17/08).
Pelaksanaan pengimbaran bendera di area persawahan inipun dilangsungkan layaknya upacara pengibaran Sang Saka Merah Putih di lokasi resmi. Petugas pengibar bendera berseragam layaknya pasukan Paskibraka dengan pakaian putih-putih dan mengenakan peci hitam.
Menurut Ketua RW I sekaligus Panitia Heriyanto, tujuan pelaksanaan upacara peringatan HUT RI ke-71 ini adalah mencoba membangkitkan kembali rasa nasionalisme bagi warga Margorejo yang sudah lama tidak pernah lagi mengikuti upacara peringatan hari kemerdekaan RI.
“Pelaksanaan upacara ini bertujuan membangkitkan semangat para warga desa dan mengenang kembali jasa-jasa para pahlawan bangsa ini yang mungkin sudah dilupakan. Sebab sejumlah warga desa ada yang sudah puluhan tahun tidak pernah melaksanakan upacara peringatan hari kemerdekaan, khususnya yang sudah manula,” pungkas Heriyanto.(rubrikmedia)