Pihak Pertamina Turunkan Tim di Desa Curup
RUBRIK, PALI – Akibat mengalami kebocoran PT. Pertamina EP (PEP) Adera Field langsung sigap melakukan penangan di sumur Migas tidak aktif (suspended) RJA-54 yang berlokasi di Desa Curup, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).
Kebocoran yang diduga berasal dari sumur tersebut, diketahui pada selasa (12/03/2024), pukul 09.00 WIB yang lalu. PEP Adera Field segera melokalisir lokasi sumur dengan memasang barikade dengan safety line dan melakukan upaya pengamanan pada jarak aman sekitar lokasi.
Selain melakukan sterilisasi jarak aman dilokasi, PEP Adera Field juga telah berkomunikasi dan koordinasi kepada pihak-pihak terkait seperti pemerintah desa, kecamatan dan kepolisian guna mengkondusifkan situasi di masyakarat.
Bersama tim pemerintah desa, PEP Adera Field menginventarisasi lokasi rumah warga yang terdekat dengan lokasi kebocoran. Beruntung lokasi sumur jauh dari pemukiman warga, sekitar 600 meter dan berada diseberang sungai lematang, Desa Curup Kecamatan Tanah Abang.
Penanganan awal selanjutnya, dilakukan pengukuran gas test pada beberapa titik disekitar lokasi sumur dan juga tempat aktifitas masyarakat setempat.
“Hasil pengukuran gas test dibeberapa titik khususnya tempat aktifitas masyarakat sejauh ini masih bagus, dengan hasil 0 (nol) untuk tingkat gas-nya. Selanjutnya, pada titik-titik tersebut masih terus kami lakukan pemantauan gas test secara berkala setiap satu jam sekali,” tutur Head of Communication Relations & CID Zona 4, Tuti Dwi Patmayanti.
Dikatakan Tuti Dwi Patmayanti, pengukuran gas test dilakukan agar aktifitas masyarakat tetap aman dan terkendali,”ucapnya.
Lebih lanjut Tuti menerangkan, tim sedang berupaya maksimal melakukan penanganan, saat ini Pertamina Zona 4 telah mengaktifkan Incident Management Team (IMT) untuk mempercepat proses penanganan kebocoran,”Imbuhya.
Sementara itu Kepala Departemen Operasi SKK Migas Sumbagsel, Bambang Dwi Djanuarto menjelaskan, bahwa tim SKK Migas terus melakukan koordinasi dengan pihak Pertamina begitu mengetahui kejadian.
“Kami terus memantau jarak jauh dengan tim Pertamina dilapangan, kami juga tegaskan agar langkah-langkah dan strategi penanganan harus berjalan dengan cepat dan tepat,” ungkap Bambang.
Bambang juga menyampaikan, agar pihak Pertamina juga dapat berfokus kepada masyarakat terdampak disekitar wilayah kejadian, agar diperhatikan pula kondisi masyarakat sekitar, jangan sampai kejadian ini menghambat aktifitas dan hal lain yang berkaitan dengan masyarakat,” ungkapnya
Bambang juga memberikan apresiasi atas tindakan cepat yang dilakukan Pertamina, “tindakan ini tentu menjadi bentuk realisasi dari kewajiban dan tanggung jawab yang memang sudah semestinya dilakukan,” tutur Bambang.
Kami Perwakilan SKK Migas Sumbagsel pun dikatakannya terus memantau perkembangan dari kejadian ini.
“Ia pun juga berharap agar masyarakat dan pihak terkait lainnya dapat memberikan dukungan agar penanganan dapat dengan cepat terselesaikan,” tutupnya. (Td
