Seorang PDP Covid-19 di Bogor Kabur Jalani Pengobatan ke Rumah Dukun
RUBRIK, BOGOR- Seorang pasien di Bogor yang terinfeksi virus corona kabur saat menjalani isolasi di sebuah rumah sakit di Bogor pada Selasa (12/5).
Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan bahwa pasien positif virus corona tersebut telah ditemukan oleh Tim dari Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor dan kembali menjalani isolasi di rumah sakit.
Ade mengatakan bahwa pasien tersebut ditemukan saat sedang berobat alternative di rumah dukun. Ia megatakan bahwa pasien tersebut belum paham mengenai bahayanya covid-19 tau belum terdukasi dengan baik. Hal itu terjadi dikarenakan pasien diketahui berasal dari wilayah yang berada paling jauh dan paling timur dari Kabupaten Bogor.
“Terkait pasien positif yang kabur, Alhamdulillah sudah kita ambil kembali. Seorang perempuan asal Jonggol. Bukannya patuh terhadap aturan, anjuran dokter, malah kabur menuju rumah dukun. Dua hari menginap di rumah dukun, akhirnya bisa kita abil kembali dan kita isolasikan di rumah sakit,” kata Ade, Selasa (12/05).
Mengutip Media Indonesia, Ade menambahkan bahwa sebelumnya, pasien positif Covid-19 berusia 42 tahun yang berasal Balekambang, Kecamatan Jonggol Kabupaten Bogor tersebut menjalani perawatan di Rumah Sakit Permata Jonggol, dengan gejala klinis mirip covid-19, seperti sesak nafas dan demam. Kemudian dilakukan rapid test dan hasilnya menunjukkan reaktif. Namun untuk memastikan, pihak rumah sakit melakukan pemeriksaan lanjutan dengan tes swab Polymerase Chain Reaction (PCR) pada Kamis (7/5/2020).
Sehari sebelum hasil tes keluar yaitu pada Jumat (8/5/2020), atas permintaan suaminya pasien tersebut pulang paksa.
Sedangkan hasil swab yang keluar pada Jumat menunjukkan bahwa pasien tersebut terkonfirmasi positif covid-19. Pasien diminta kembali ke rumah sakit untuk menjalani isolasi namun keluarganya menolak.
Pihak rumah sakit pun berkoordinasi dengan tim medis dari puskesmas setempat melakukan penjemputan. Pertimbangannya karena resiko terjadi penularan. Namun, ternyata yang bersangkutan sudah tidak ada di rumah. Pihak keluarga pun tidak ada itikad baik untuk membantu member tahu keberadaan pasien.
Tim melakukan pencarian ke sejumlah tempat, salah satunya tempat pengobatan alternative di Kecamatan Cariu. Namun hasilnya nihi. Pencarian terus berlanjt dan akhirnya pasien tersebut ditemukan sedang berobat di sebuah tempat pengobatan alternative di Kecamatan Sukamakmur.
Penjemputan dilakukan oleh tim medis dengan pakaian lengkap seperti alat pelindung diri (APD) dan ambulan. Pasien tersebut kini telah dibawa ke RSUD Cileungsi untuk melakukan perawatan. (dw/us)