Mengenang Kepergian Komedian Betawi Benyamin Suaeb
Rubrikmedia.com, Peristiwa – Komedian asli Betawi Benyamin Suaeb, akrab disapa Bang Ben itu menghembuskan nafas terakhir pada Selasa, 5 September 1995, setelah sembilan hari dirawat di RS Harapan Kita, Jakarta.
Benyamin Suaeb pingsan usai bermain bola. Penyakit jantung merenggut kesadarannya. Setelah sembilan hari menjalani perawatan, Benyamin meninggal dunia.
Kepergian Benyamin mengguncang panggung hiburan dan komedi Indonesia. Ketika itu, sinteron Si Doel Anak Sekolahan yang dibintanginya sedang digandrungi. Benyamin berperan sebagai Sabeni, ayah si Doel.
Tak hanya kalangan pesohor yang merasakan kehilangan Benyamin Suaeb. Pejabat, politisi, hingga masyarakat biasa turut berduka. Meninggalnya Benyamin menjadi topik pembicaraan selama berhari-hari di masyarakat.
Pria kelahiran Jakarta, 5 Maret 1939 ini mengawali karir sebagai penyanyi. Ia turut melestarikan kesenian Betawi Gambang Kromong bersama Ida Royani.
Pada usia 29 tahun, Benyamin menciptakan lagu Nonton Bioskop. Lagu itu disodorkan kepada Bing Slamet. Pentolan grup lawak Kwartet Jaya itu yang mendorongnya untuk bernyanyi. Tak salah, lagu itu meledak dan masih populer hingga hari ini.
Lagu-lagu Benyamin punya ciri khas. Meski dibawakan dengan jenaka, lagu-lagunya mempu merekam keadaan pada zamannya. Lihat saja Ondel-ondel, Kompor Meleduk, Si Jampang, dan Hujan Gerimis.
Di dunia akting, Benyamin Suaeb pun menoreh sukses. Ia meraih penghargaa Pemain Utama Terbaik dalam film Intan Berduri (1973). Ia juga menyabet Piala Citra lewat film Si Doel Anak Modern.
Tak hanya berakting, Benyamin juga terlibat sebagai produser di sejumlah judul film. Misalnya Duyung Ajaib, Setan Jalanan, Setan Kuburan, Tarzan Kota, dan Tarzan Pensiunan.
Sukses yang diraih Benyamin yak serta-merta datang. Sebelum terkenal ia sempat jadi pedagang roti keliling, juga kenek bus. Meski lulusan Akademi Bank Jakarta, nasib tak membawanya jadi bankir. Ia juga gagal saat mendaftar menjadi pilot. Rupanya jalan hidupnya di panggung seni.
Sebagai pelawak senior, Benyamin dikenal rendah hati. Ia tak segan membagikan ilmu kepada rekannya yang lain. Ia tak segan membuat teman lainnya ikut maju.
Sesuai pesannya semasa hidup, Benyamin dimakamkan di sisi makam Bing Slamet di TPU Karet, Jakarta Pusat. (*)