Baru Bangun Tidur Ditodong Senpi, Pasutri di Lampung Tengah Lapor Polisi
RUBRIK, LAMPUNG TENGAH – Apriyanto (26) warga RT 03 RW 02, Dusun l, Kampung Fajar Bulan, Kecamatan Gunungsugih, Kabupaten Lampung Tengah masih terlihat trauma pasca wajahnya ditodong senjata api rakitan.
MS warga Kampung Negara Bumi Ilir, Kecamatan Anak Tuha, Kabupaten Lampung Tengah menodong Apriyanto saat baru bangun tidur di rumahnya pada 27 Juni 2017 sekitar pukul 16.00 WIB.
Merasa kesalamatanya terancam, hari itu juga bapak dua anak ini langsung bergegas melaporkan peristiwa yang terjadi di hadapan istri dan orangtuanya tersebut ke Mapolsek Gunungsugih ditemani oleh sang istri.
Menurut keluarga korban, aksi koboi tersebut berawal saat Apriyanto yang baru bangun tidur didatangi oleh pelaku dan menuding korban telah mengambil motor miliknya yang raib di pinggiran kali Sehari. Motor tersebut hilang saat dibawa orangtua MS mandi di kali tersebut beberapa saat sebelumnya.
Korban yang merasa tidak melakukan hal tersebut membantah tuduhan pelaku hingga keduanya terlibat cekcok mulut dan mengundang perhatian warga sekitar. Merasa kurang puas, MS akhirnya menyeret korban ke halaman rumah lalu menodongkan senjata api ke wajah korban dan mengancam akan meledakan kepalanya.
Situasi menegangkan tersebut ahirnya berakhir setelah dilerai oleh istri dan orangtua korban. Sementara pelaku melenggang meninggalkan lokasi kejadian karena melihat warga telah banyak yang berdatangan.
Untuk itu keluarga korban yang tidak terima dengan ulah pelaku berharap agar pihak kepolisian segera bertindak mengingat bahaya yang diakibatkan oleh penyalahgunaan dan kepemilikan senjati api yang diduga rakitan tersebut.
“Kami berharap polisi sebagai pengayom dan pelindung masyarakat bisa bekerja cepat dan profesional dan segera menindaklanjuti laporan kami. Karena bisa saja senpi itu disalahgunakan untuk hal-hal gak baik,” ucap kakak korban Firdaus, Selasa (4/7/2017).
Sementara Kapolsek Gunung Sugih AKP Agung Ferdika saat dihubungi membenarkan adanya laporan warga tersebut. Menurut Agung, saat ini kasus terkait tengah dalam penyidikan.
”Saat ini sedang dalam tahap penyidikan dan akan segera kita tindak lanjuti,“ jelasnya.(*)