2018 Lampung Tengah Punya Islamic Center
RUBRIK,LAMPUNG TENGAH– Pemerintah kabupaten (Pemkab) Lampung Tengah tahun ini rencananya akan membangun Islamic Centre. Dibangun diatas lahan seluas sekitar 5 hektar, pembangunan Islamic Centre ini rencananya akan dipusatkan di Kecamatan Gunung Sugih sebagai pusat ibukota.
“Islamic Centre yang bakal dibangun rencananya bisa menampung sekitar 900-1000 jemaah. Nantinya akan dibuat taman dan ruang terbuka hijau (RTH), sehingga bisa menjadi area kumpul warga atau jemaah untuk berdiskusi. Taman akan dipercantik dengan lafaz Lailahaillah,” jelas Mustafa.
Dia menambahkan, Islamic Centre yang diperkirakan menelan anggaran puluhan miliar ini akan dilengkapi dengan asrama yang dapat menampung sekitar 400 jemaah dengan total kamar sekitar 100 kamar. Islamic Centre ini juga diharapkan bisa menjadi pilihan untuk persinggahan pengendara yang melintas.
Masjidnya sendiri, dijelaskan Mustafa akan berbentuk kubus seperti ka’bah. Selain melambangkan pusat kegiatan agama Islam, bentuk kubus dimaknai sebagai sesuatu yang sangat mendasar.
Kubus, kata dia, juga melambangkan kestabilan. “Bentuk kubus menggambarkan sebuah kestabilan manusia dalam menjalankan ibadahnya kepada tuhan. Memiliki agama dan relasi yang intim dengan Tuhan, merupakan sebuah hak yang paling mendasar dari seseorang,” paparnya.
Selain sebagai pusat pemerintahan, kehadiran Islamic Centre diharapkan bisa menciptakan iklim yang agamis khususnya di wilayah Terbanggibesar dan Gunungsugih. Ditargetkan pembangunan Islamic Centre akan dimulai tahun ini dan selesai pada tahun 2018.
“Jalan akan kita perlebar mulai dari Rumah Sakit Daerah (Demang Sepulau Raya) hingga Lapangan Merdeka Gunungsugih. Kita akan bangun Islamic Center dan meluaskan masjid yang ada di depan lapangan Merdeka. Kita mau ibu kota kabupaten kita ini hidup dan semakin cantik,” ujar Mustafa.
Mustafa berharap, perlu adanya kerjasama kepada warga gunung sugih dan tokoh-tokoh masyarakat, agar semuanya bisa berjalan lancar tanpa ada kendala. “Tanpa dukungan masyarakat program pemerintah akan sulit terlaksana,” harapnya. (*)