Pengguna Narkoba Terus Meningkat, Djohan Minta Semua Pihak Samakan Persepsi Pemberantasan
RUBRIK, METRO – Wakil Walikota Metro Djohan menyatakan perlunya menambah wawasan mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba serta menumbuhkembangkan kesadaran dan menyamakan persepsi mengenai pentingnya upaya-upaya yang komprehensif untuk menanggulangi dan memberantas peredaran minuman keras dan narkoba, hususnya di Kota Metro.
Hal itu diungkapkan Djohan selaku Ketua Badan Nasional Narkotika Kota (BNNK) Metro saat membuka Penyuluhan Pencegahan Peredaran/Penggunaan Minuman Keras dan Narkoba di Gedung Centrum Sinode GKSBS Kota Metro, Selasa (19/4/2016).
Pernyataan Djohan didasarkan pada data Badan Narkotika Nasional (BNN) yang menyebutkan, jumlah pengguna narkoba di Indonesia tiap tahun terus meningkat. Tercatat pada tahun 2007, 81.702 pelajar di lingkungan SD, SMP, dan SMA menggunakan narkoba.
Di Lampung sendiri tercatat sebagai peringkat 10 besar pengguna narkoba tingkat nasional, bahkan berada di peringkat 3 untuk Pulau Sumatera.
“Oleh karena itu saya minta kepada seluruh peserta penyuluhan untuk dapat mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya dan kedepan mampu berperan lebih baik dalam membantu pemerintah dan aparat keamanan, dalam menanggulangi serta memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Kota Metro, demi mewujudkan visi Kota Metro sebagai Kota Pendidikan dan Wisata Keluarga Berbasis Ekonomi Kerakyatan Berlandaskan Pembangunan Partisipatif,” tegas Djohan.
Kegiatan penyuluhan yang berlangsung dua hari (Selasa-Rabu) ini diikuti oleh 250 peserta yang terdiri dari aparatur kecamatan, kelurahan, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, tokoh agama, pengurus FPLA Kota Metro, dan perwakilan pelajar SMA & SMK Negeri/Swasta se-Kota Metro.
Narasumber yang dihadirkan adalah Kapolres Kota Metro, Kadis Kesehatan Kota Metro, BNK Kota Metro, dan Kepala Kantor Kesbangpol Kota Metro selaku ketua panitia pelaksana.(rls)