Pakde Tompel, 33 Tahun Jadi Tukang Becak di Kota Metro
RUBRIK.METRO – Pakde Tompel sapaannya. pria 54 tahun, warga Hadimulyo Timur, telah menjadi tukang becak sejak tahun 1989.
Meski sepi pelanggan, saban hari pakde Tompel masih setia menunggu pelanggan yang ingin menggunakan jasanya.
Mulai pukul 7.00 WIB pagi, hingga 5 sore, pakde Tompel biasa mangkal di depan GSG Bumi Sai Wawai atau tepat di seberang taman merdeka Metro.
Jika sepi, dia terkadang ia berpindah tempat, memangkalkan becak nya, bahkan jika masih belum juga mendapatkan penumpang yang membutuhkan jasanya, Pakde Tompel mengayuh becaknya berkeliling untuk mencari penumpang dengan berharap imbalan yang bisa ia bawa pulang untuk keluarganya.
Pakde Tompel bercerita, sebelum Tahun 2000 penghasilan sebagai penarik becak masih mencapai sekitar 50 ribu perhari.Namun, sejak tahun 2000-an ke atas hingga bermunculan ojek daring, peminat becak semakin sepi.
Saat ini, rata-rata perhasilan hanya 15 hingga 20ribu Rupiah, meski demikian Pakde Tompel tidak punya pilihan lain untuk bertahan dengan becak lusuhnya, mencukupi kebutuhan hidup istri dan kedua anaknya.
Kisah pakde tompel 33 tahun jadi tukang becak di Kota Metro, meski kalah dengan transportasi ojek daring, pakde tompel tak punya pilihan untuk menghidupi keluarganya.(as)