Jangan Gagal Paham, Setop Ucapkan ‘Sunah Rasul’ di Malam Jumat

0
1299
Ilustrasi. |ist

Rubrikmedia.com, Ragam – Sunah Rasul merupakan segala sesuatu yang dicontohkan Rasulullah Shallalhu alayhi wa Sallam dalam menjalani hidup. Sunah Rasul dalam pandangan syariat adalah sikap, tindakan, aktifitas, ucapan dan cara Rasulullah Shallalhu alayhi wa Sallam.

Sudah menjadi kebiasaan kalau hari kamis malam (malam Jumat), banyak tersebar kicauan atau status di sosial media yang isinya berkisar pada perkataan “Sunah Rasul”.

Begitu juga dalam pergaulan sehari-hari di dunia nyata, istilah tersebut juga sering terdengar. Menurut mereka, istilah “Sunah Rasul” yang populer di malam Jumat adalah penghalusan dari hubungan suami istri.

Bagi mereka yang muslim dalam mengucapkan istilah itu bisa jadi karena ingin menutupi sesuatu yang dianggap tabu baginya bila disampaikan dalam ruang publik.

Tapi akibatnya fatal, karena telah menyempitkan arti dari sumber hukum kedua setelah Al-Qur’an menjadi hanya sebuah aktivitas seks belaka.
Sedangkan bagi mereka yang berhati fasiq dijangkiti penyakit islamophobia dalam mengucapkan istilah itu bisa jadi hanya ingin mengolok-olok, karena baginya ajaran Islam identik dengan urusan sex atau selangkangan. Sehingga tidak segan-segan menuduh dan melecehkan Rasulullah sallallahu alaihi wa Sallam.
Apakah latar belakang penyebut “Sunah Rasul” menjadi sebuah aktivitas seks? Benarkah malam Jumat sebagai malam yang dianjurkan untuk berhubungan seksual?

Ada perkataan yang dianggap sebagai hadits, “Barangsiapa melakukan hubungan suami istri di malam Jumat (Kamis malam) maka pahalanya sama dengan membunuh 100 Yahudi”,(Dalam hadits yang lain disebutkan sama dengan membunuh 1000 atau 7000 yahudi).

Ustaz Abdullah Zaen, M.A, seperti dilansir dari konsultasikonsultasisyariah.com, mengatakan belum pernah menemukan ayat Alquran atau hadis sahih yang menunjukkan anjuran tersebut. Jika ada yang menyampaikan hal tersebut maka dia diminta untuk menyampaikan dalil.

Hadits di atas tidak akan Anda temukan dalam Kitab manapun. Baik kumpulan hadits dhaif apalagi shahih. Artinya, hadits Sunnah Rasul pada malam Jumat tersebut, apalagi sama dengan membunuh 100 Yahudi, adalah bukan Hadits alias palsu yang dikarang oleh orang yang tidak bertanggung jawab. (*)

LEAVE A REPLY