Datang Jam 7 Baru Dilayani Jam 11, Keluarga Pasien Askes Kecewa dengan Pelayanan RS Harapan Bunda
RUBRIK, LAMPUNG TENGAH – Pelayanan Rumah Sakit Harapan Bunda (RSHB) di Kelurahan Seputihjaya, Kecamatan Gunungsugih, Lampung Tengah, dikeluhkan. Pasien pengguna Askes yang datang untuk kontrol stroke ringan tidak mendapat pelayanan dengan baik.
Menurut Aang Yuda (26), warga Kelurahan Komeringagung, Kecamatan Gunungsugih, dirinya datang mengantarkan ayahnya sekitar pukul 07.00 WIB.
“Saya mengantarkan ayah ke RSHB untuk kontrol stroke ringan sekitar pukul 07.00 WIB. Saya pun mendaftar pertama,” katanya, Selasa (8/8/2017).
Setelah dokter syaraf datang, kata Yuda, bukannya orangtua saya yang mendapatkan pelayanan pertama.
“Sekitar pukul 09.00 WIB, dokter datang. Eh, malah pasien baru datang yang mendapatkan pelayanan pertama. Setelah selesai memeriksa pasien itu, dokter malah keluar. Saya langsung tanya kepada bagian poliklinik. Malah dijawab tidak tahu apa-apa karena berkas pendaftarannya nggak ada. Saya malah disuruh tanya ke bagian pendaftaran,” ujarnya.
Yuda melanjutkan, dirinya pun mempertanyakan ke bagian pendaftaran. “Saya datangi bagian pendaftaran malah dijawab, ‘Maaf, sabar, tunggu.’ Kesal, saya pun marah-marah. Apakah karena ayah saya menggunakan Askes,” jelasnya dengan nada kesal.
Sekitar pukul 11.00 WIB selesai memeriksa pasien RSHB, tambah Yuda, ayahnya baru dilayani. “Pukul 11.00 WIB, ayah saya baru dipanggil dokter untuk dilakukan pemeriksaan,” katanya.
Terkait hal ini, Yuda berharap agar pelayanan RSHB ditingkatkan.
“Saya ingin pelayanan RSHB ditingkatkan. Jangan sampai kejadian ini terulang kembali dengan pasien lainnya. Kalau tidak marah-marah dahulu, mungkin tidak dilayani. Bagaimana coba kalau pasien yang datang kritis, bisa meninggal jika lama-lama tidak ditangani,” ungkapnya.
Dalam hal administrasi, kata Yuda, pihak RSHB juga salah dengan penulisan identitas.
“Hal kecil saja, nama ayah saya ditulis Ny Misna. Bukannya Tn Misna. Ini sudah tiga kali. Padahal ketika daftarkan pakai KTP. Itu jelas identitasnya,” kesalnya.
Sedangkan pihak dari RSHB yang diwakili verifikator Maria Anike menyatakan permintaan maaf atas kesalahan pelayanan pasien dikarenakan keterlambatan saja.
“Kami minta maaf atas pelayanan petugas tadi pagi. Baik dari pendaftaran dan lain-lain. Namanya terlambat,” katanya.
Sedangkan terkait kesalahan petugas, Maria menyatakan pihaknya sudah menyelesaikannya.
“Sudah kita selesaikan. Tadi kita panggil dan tanya satu per satu. Ada juga yang kita tegur dan marahi. Pasti sanksi akan kita berikan. Jika terulang kembali akan kita keluarkan. Kasar dengan pasien saja kita berikan SP1. Bisa berubah tidak. Kalau tidak ya kita keluarkan,” ungkapnya.
Saat ditanyakan apakah karena mengggunakan Askes sehingga pelayanannya tidak didahulukan, Maria membantahnya.
“Tidak karena itu. Pasien menggunakan Jamkesmas saja kita layani. Hanya tadi karena rekam medik belum sampai di situ. Nanti salah pula mendiagnosis pasiennya,” katanya.(ddy)