BPOM: Vaksin RS Mutiara Putri Asli Tapi Prosedur Belinya yang Tidak Resmi
RUBRIK, BANDAR LAMPUNG – Manajemen Rumah Sakit Mutiara Putri mengakui empat vaksin yang dibeli pihak rumah sakit berasal dari jalur tidak resmi. Manajemen rumah sakit pun menyatakan siap meakukan pembenahan guna perbaikan dalam pengadaan vaksin kedepannya.
Merebaknya vaksin palsu di beberapa daerah di Indonesia membuat khawatir orangtua, tidak terkecuali di Lampung. Selama ini RS Mutiara Putri Bandar Lampung diduga memberikan vaksin palsu kepada balita.
Dari data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Lampunh didapat empat vaksin yang dicurigai dari hasil labolatorium merupakan produk asli, tetapi dalam pengadaanya melalui jalur tidak resmi.
Pelaksana Tugas Direktur RS Mutiara Putri Mariana mengharapkan dengan diluruskannya pemberitaan ini bisa meredam gejolak di masyarakat yang selama ini khawatir terkait simpang siur pemberitaan mengenai vaksin palsu.
Terpisah BPOM Lampung melansir dari hasil uji laboratorium dan pengawasan rutin dan vaksin yang dilakukan oleh BPOM pusat, dari empat sampel yang diambil dari RS Mutiara Putri Bandar Lampung dinyatakan produk asli, namun pengadaannya melalui jalur tidak resmi.
“Kamis lalu Bareskrim dan BPOM selesak melakukan uji laboratorium sampel. Dari 72 sampel yang berasal dari BPOM Jawa dan Sumatera, Lampung hanya satu rumah sakit yaitu yaitu RS Mutiara Putri. Dari hasil tersebut, BPOM Masih dalam tahap investigasi,” ujar Kepala Bidang Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen BPOM Lampung Hartadi.
Hartadi menyebutkan, empat sampel yang diambil dari RS Mutiara Putri dilakukan uji laboratorium BPOM pusat. Hasil uji laboratoriumnya keempat sampel tersebut dinyatakan produknya asli.
Adapun jenis vaksin yang diambil melalui jalur tidak resmi oleh RS Mutiara Putri di antaranya vaksin Pentabio, BCG, dan Campak yang merupakan produksi PT Biofarma.(*)