Kapolsek Tebas Bawa ke Rumah Sakit Ibu Dan Bayi Prematur
RUBRIK, LAMTENG – Naluri kemanusiaan dari seorang anggota kepolisian Republik Indonesia terketuk ,saat melihat seorang ibu muda yang turun dari sebuah bus penumpang umum dengan menggendong seorang bayi perempuan yang baru berusia tujuh hari dengan kondisi yang memprihatikan di karenakan sang ibu melahirkan sang bayi saat kandungan baru memasuki usia tujuh bulan maka bayinya lahir secara premature.
Marliya (26 tahun)warga binti Adi Yola,yang beralamat di kampung Gedung Jaya, kecamatan negeri kabupaten Way Kanan,bersama bayinya yang kondisinya memperhatinkan mendapatkan pertolongan dari kapolsek terbanggi besar.komisaris polisi Saefullah .dan kini bayinya sudah menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di lampung tengah atas bantuan dari sang kapolsek.
Menurut keterangan dari kapolsek Terbanggi Besar kompol Saifullah SE. M.M .MH yang secara langsung melihat dan membantu ibu dan bayinya mengatakan bahwa kejadian tersebut berlangsung saat ia sedang duduk di depan mapolsek setelah sholat subuh.
‘’Saat itu saya sedang duduk di teras sehabis sholat dan melihat sebuah bus berhenti dan menurunkan dua buah tas besar lalu ada seorang perempuan kira kira berusia 26 tahun memakai gendongan,saya belum lihat apa yang di gendongnya,setelah dekat dengan saya rupanya ia menggendong seorang bayi perempuan yang kondisinya sangat memperhatinkan karena beratnya Cuma 1 kilogram atau prematur’’.terang kapolsek senin 1/5/17.
Ia menambahkan ,dari situlah timbul rasa kemanusian yang tinggi dari seorang kapolsek .lalu ia membawanya keduanya ke rumah sakit islam namun karena alat yang di miliki oleh rumah sakit tersebut tidak memadai kemudian dibawa ke rumah sakit ibu dan anak Puri Adhya Paramita,untuk segera di berikan perawatan kepada sang bayi.
‘’karena saya punya rasa kemanusiaan dan jiwa ragaku demi kemanusiaan , bayi tersebut saya bawa kerumah sakit islam,namun peralatan di sana tidak memadai lalu di arahkan untuk di bawa ke rumah sakit ibu dan anak Puri Adhyia Paramita ,sampai di sana di cek dan diberikan perawatan setelah ini mungkin akan saya pindahkan ke Rumah Sakit umum Daerah Demang Sepulau Raya ,karena peralatan di sana sudah komplit dan biaya perwatannya dari saya pribadi’’.tutur mantan kapolsek gunung sugih ini.
Ketika di temui di rumah sakit ,Marliya sang ibu dari bayi malang tersebut mengatakan bahwa ia pergi dari rumahnya tidak ada tujuan di karenakan sang suami sudah tidak bertanggung jawab lagi,dan merasa di telantarkan oleh sang suami yang berniat kawin lagi dan keluarga besar dari suaminya melarangnya untuk menghubunginya lagi di karenakan ia hanya menikah di bawah tangan dan tidak memiliki surat nikah yang sah.
‘’Setelah saya melahirkan suami saya sudah tidak peduli lagi dan dan saya sudah di telantarkan,katanya keluarganya ia mau menikah lagi jadi saya di larang bertemu dengan suami saya itu,karena kemaren saya hanya nikah di bawah tangan atau nikah siri jadi gak ada surat nikah resmi dari KUA’’.tutur sang ibu sedih.
Dengan adanya bantuan dari kapolsek .ia mengucapkan terima kasih ,karena saat ini tidak tau harus kemana dan tidak punya tempat tinggal,dan berharap ia bisa dapat pertolongan dan tempat tinggal sementara dan juga pekerjaan demi sang buah hatinya.
‘’saya sangat berterimakasih atas bantuan dari pak kapolsek.karena saya tidak tau mau kemana dan tidak punya tempat tinggal.kalau memang ada saya ada yang bantu bisa ada tempat tinggal kalau ada pekerjaan buat saya biar bisa mengurus anak saya’’.pungkasnya
Saat ini ibu beserta bayinya sudah mendapatkan perwatan yang baik di RSUD Demang Sepulau Raya gunung sugih .dan menunggu pihak dari kelurga marliya jika memang nantinya sang ibu mau pulang kembali ke kampung halamannya. (ddy)