Delapan Pekon di Pringsewu Terima Program Instalasi Limbah dan Sanitasi Berbasis Masyarakat
RUBRIK, PRINGSEWU – Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Pringsewu melakukan serah terima dan peresmian IPAL Komunal Program Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) Islamic Development Bank (IDB) Kabupaten Pringsewu di Pekon Fajar Agung, Kamis (30/3/2017).
Hadir dalam acara tersebut kepala Satker PSLP Provinsi Lampung, Pj Bupati Pringsewu yang diwakili oleh staf ahli, Dudi Mashardi dan Kadis PUPR Andi Purwanto.
Selain itu, hadir juga kepala pekon/kelurahan beserta aparaturnya dari delapan pekon/kelurahan mendapatkan program Sanimas IDB yaitu, Fajar Agung, Wonodadi, Rejosari, Sidoharjo, Jati Agung, Waluyojati, Pringsewu Selatan, Pringsewu Barat, dan Pringsewu Utara.
Acara tersebut diawali dengan pertunjukan pencak silat oleh anak-anak Pekon Fajar Agung, dan di puncak kegiatan dilakukan penandatanganan prasasti peresmian dan juga pengguntingan pita serta pelepasaan balon ke udara.
Dalam sambutannya Kepala Pekon Fajar Agung, Dwi Indrawati mengatakan, dengan adanya bantuan pembangunan IPAL tersebut diharapkan memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan kesehatan masyarakat.
Itu dikarenakan, saluran-saluran air limbah dari rumah masyarakat akan tertampung secara baik. Di samping itu juga akan menghadirkan limbah air yang baik dengan tidak beracun dan tidak merusak lingkungan masyarakat.
“Maka itu kepada kita semua, mari kita rawat dan jaga IPAL ini dengan sebaik-baiknya. Semoga badan pengelola dari Sanimas ini bersama masyarakat mampu memelihara dan mengatur segala sesuatunya. Sehingga IPAL ini akan tahan dan dapat berfungsi dalam waktu yang lebih lama,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Andi Purwanto mengatakan, sanimas IDB adalah salah satu program pembangunan sanimas yang diimplementasikan langsung kepada masyarakat didanai APBN bersumber dari IDB.
“Di mana keterlibatan masyarakat menjadi kunci pembangunan sanitasi,” jelasnya.
Menurutnya, Sanimas merupakan sebuah program dari Kementerian-PU-Pera untuk mengatasi problem sanitasi air limbah bagi masyarakat yang tidak mempunyai akses sanitasi yang layak.
Melalui program Sanimas ini masyarakat memilih sendiri sarana dan prasarana air limbah permukiman dengan membentuk Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang aktif menyusun perencanaan, pelaksanaan, serta operasi dan pemeliharaannya, dan bilamana memungkinkan untuk dikembangkan.
Dikatakannya, program ini merupakan program pembangunan yang berbasis masyarakat, dimana masyarakatlah yang membangun instalasi umum tersebut
“Harapan kami, instalasi ini terbangun dapat dipelihara dengan baik, kita juga berharap dari dana yang besar ini, dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan kesehatan masyarakat,” pungkasnya.(fid)