Tungku Buatan Warga Desa Brajaluhur Lamtim Terjual Hingga Malaysia
RUBRIK, LAMTIM – Produksi tungku rumahan warga Desa Brajaluhur, Kecamatan Brajaselebah, Lampung Timur merubah perekonomian masyarakat menjadi lebih baik. 60 persen lebih warga Desa Brajaluhur telah melakoni pekerjaan membuat tungku ini.
Kepala Desa Brajaluhur Supratikno memaparkan, tungku hasil buah tangan warga Brajaluhur itu bahkan sudah dipasarkan hingga Sabang sampai Meraoke.
“Pengiriman tungku yang paling banyak yaitu ke Aceh, Sumatra Barat, Sumatra Utara, Jambi, Pekanbaru dan Kalimantan,” beber dia, Kamis (12/10).
Pesatnya pasaran tungku rumahan tersebut membuat perekonomian warga desa penyangga hutan TNWK menjadi terangkat. Sebelumnya diakui Supratikno 90 persen warga Brajaluhur pekerjaan utamanya petani.
“Namun kondisi iklim seperti air yang sudah tidak mampu secara maksimal mengairi areal persawahan, menjadi alasan utama bagi warga untuk beralih pekerjaan menjadi pembuat tungku,” jelas dia.
Kepala Desa Brajaluhur menceritakan, awal mula produksi tungku dimulai oleh seorang warga bernama Markasih pada 1998 silam. Markasih mencoba membuat tungku yang saat itu hanya dipasarkan di lingkup Kecamatan Brajaselebah.
“Berjalannya waktu tungku buatan Markasih banyak peminat hingga dipasarkan di lingkup Kabupaten Lampung Timur bahkan luar kabupaten,” ceritanya.
Melihat perkembangan ekonomi Markasih menjadi lebih baik, warga Brajaluhur pun ikut membuat tungku. “Bahkan penjualan ada yanh sudah ke Brunai Darusalam dan Malaysia. Harapan kami pemerintah daerah membuatkan hak paten tungku Brajaluhur,” harap Pratikno. (Agus)