Gara-gara Perbatasan Lahan Kebun, Dua Warga Pali Berduel, Satu Tewas

0
896
Sengketa Lahan, Korban mati di kebun, Panungkal Abab
Warga dan Polisi mengefakuasi jenzah dari kabun karet.

RUBRIK, PALI SUMSEL – Warga Talang Ojan, Kelurahan Talang Ubi Utara, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mendadak heboh.

Pasalnya, salah satu warganya bersimbah darah dan meninggal dunia di kebun karet dengan luka bacokan yang cukup serius di bagian wajahnya akibat bacokan parang, Jumat (29/12/2017).

Korban yang diketahui bernama Yulis Hartono (34), warga RT 19, RW 4, Talang Ojan, Kecamatan Talang Ubi, sempat cekcok dengan pelaku berisial KI, warga Sumberejo, Kelurahan Talang Ubi Utara. Keduanya ribut karena sengketa batas kebun.

Kapolres Muara Enim melalui Kapolsek Talang Ubi Kompol Suhardiman didampingi Kanit Reskrim Ipda Nasron Junaidi membenarkan telah terjadi tindak pidana perkelahian yang menyebabkan adanya korban jiwa.

“Antara korban dan tersangka sempat bertemu di kebun diduga terjadi selisih paham, serta mengakibatkan pelaku nekat melakukan penganiayaan terhadap korban hingga korban meninggal dunia,” kata Kapolsek saat mengantarkan jasad korban ke RSUD Talang Ubi, Jumat (29/12/2017).

Menurut Kapolsek, seusai melakukan perbuatanya, pelaku dengan kesadaran dirinya menyerahkan diri ke Mapolsek Talang Ubi untuk mempertanggungjawabkan secara hukum perbuatannya.

“Saat ini pelaku menyerahkan diri dan akan segera kita bawa ke Mapolres Muara Enim,” jelas Kapolsek.

Di tempat kejadian perkara (TKP), polisi berhasil menemukan barang bukti baik punya pelaku maupun punya korban, berupa tiga buah senjata tajam, dan satu buah senjata api rakitan laras pendek.

“Untuk barang bukti belum diketahui milik siapa saja, dan untuk saksi masih kita upayakan, karena kejadiannya berada di kebun karet jauh dari permukiman. Kita akan kembali lakukan olah TKP untuk mengetahui kronologis nya” jelasnya.

Menurut Kapolsek, cekcok berujung maut tersebut terjadi sekitar pukul 08.30 WIB. Korban mengalami luka di pipi bagian kanan hingga ke bagian leher.

“Sementara untu pelaku kami kenakan Pasal 351 KUHP dengan ancaman kurungan tujuh tahun penjara,” terangnya.

Anak Korban Menangis

Sementara keluarga yang datang melihat jasad korban di RSUD terlihat menangis histeris. Korban sendiri meninggalkan istri dan tiga orang anak, bahkan salah satu anak korban belum genap berumur satu tahun.

“Tadi aku disuruh ibu ke kebun, katanya ada orang belago, karena bapak sedang menanam bibit karet di kebun. Ternyata yang berkelahi adalah ebakku,” jelas Rio, anak pertama korban saat mendatangi RSUD PALI sambil menangis tersedu sedu.(tedy)

LEAVE A REPLY