Turis Asal New York Ditangkap Kepolisian Kuta Bali Setelah Mencuri di 8 Minimarket
RUBRIK, DENPASAR – Paul Anthony Hoffman (57), pria asal Nw York, Amerika Serikat harus merelakan dirinya ditahan oleh pihak Polsek Kuta, Bali. Paul merupakan tersangka pencurian di sejumlah minimarket di wilayah Kabupaten Badung.
Karena tindakannya ini ia dijerat Pasal 365 KUHP atas tindakan pencurian dengan kekerasan dan terancam hukuman lima tahun penjara.
Menurut keterangan Kapolsek Kuta Kompol I Wayan Sumara, selama empat tahun Paul tinggal di Jalan Tunggak Binggin, Blok J, Sanur, Kecamatan Denpasar Selatan.
“Dari pegakuan sementara, pelaku baru mengaku melakukan aksi pencurian ini sejak enam bulan lalu,” kata Sumara, Selasa (21/2/2017).
“Dari penyidikan sementara ada delapan lokasi yang disasar pelaku dan seluruhnya sebuah minimarket. Kita tangkap di Seminyak, Kuta,” tambah Sumara.
Sumara juga menjelaskan bahwa Paul melakukan aksinya dengan cerdik. Pertama ia akan meninjau terlebih dahulu TKP. Jika karyawan minimarket terlihat berjaga sendiri ia akan datang dengan menggunakan penutup wajah dan menodongkan pisau belati ke arah kasir dengan ancaman.
Paul bahkan menutup pelat nomor motornya agar tidak mudah dilacak.
“Awalnya kita mendapat laporan tentang aksi pencurian minimart di Jalan Sunset Road Seminyak, Kecamatan Kuta. Setelah team Opsnal Kuta melakukan pengecekan CCTV dan ternyata pakaian yang digunakan pelaku saat melakukan aksinya tidak pernah ganti dari situ kami melakukan pengembangan,” kata Sumara di Mapolsek Kuta.
“Tidak hanya mengenakan masker di wajah, pelaku juga menutup pelat nomor motornya dengan plastik berwarna hitam agar sulit dilacak. Pelaku juga mengaku sebelum perbuatannya tersebut sudah direncanakan,” kata Sumara.
Dikutip dari Merdeka.com, dalam aksinya, tersangka tidak hanya mengambil uang dalam laci ia juga mengambil sejumlah barang yang ada di minimarket.
Dari delapan minimarket yang ia curi mengalami kerugian mencapai Rp 16 juta. Tersangka mengaku bahwa hal ini ia lakukan guna memenuhi kebutuhan pribadinya.
“Kita masih telusuri terus kembangkan kasusnya. Apakah hanya delapan TKP dan hanya sendirian sedang kita selidiki,” tutup Sumara.(*)