Puluhan Tahun Warga Way Terusan Hidup Dalam Gelap
RUBRIK,LAMTENG – Masyarakat di Kampung Satuan Pemukiman Tiga (SP 3) Way Terusan, Kecamatan Bandar Mataram, Kabupaten Lampung Tengah, mengeluhkan belum masuknya jaringan listrik PLN meski telah menetap di kawasan transmigrasi tersebut selama puluhan tahun. Kondisi ini juga berdampak pada layanan telekomunikasi karena sejumlah titik mengalami blackout sehingga sinyal internet sulit diakses.
Terlihat suasana di Kampung SP 3 Way Terusan dipermukiman warga tampak minim penerangan karena hingga kini masyarakat hanya mengandalkan listrik tenaga surya sebagai sumber energi untuk kebutuhan sehari-hari.
Di tengah pesatnya pembangunan dan kemajuan teknologi, kondisi di wilayah tersebut dinilai masih jauh dari kata merata. Warga berharap mereka juga dapat menikmati akses listrik sebagaimana daerah lainnya.
Diketahui, masyarakat di Kampung SP 3 Way Terusan telah menetap sejak tahun 1997 melalui program transmigrasi lokal pemerintah. Namun hingga kini jaringan listrik PLN belum juga menjangkau kawasan permukiman tersebut.
Wilayah SP 3 Way Terusan berada di kawasan hutan konservasi Register 47. Status kawasan tersebut menjadi salah satu kendala dalam pembangunan berbagai infrastruktur, termasuk jaringan listrik PLN.
Salah seorang warga, Ngadianto, mengatakan saat ini masyarakat hanya mengandalkan listrik tenaga surya yang dipadukan dengan aki untuk memenuhi kebutuhan penerangan.
Menurutnya, keterbatasan akses listrik berdampak pada berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari pendidikan, komunikasi, hingga kegiatan perekonomian.
Hal senada disampaikan Agus, tokoh pemuda setempat. Ia mengungkapkan berbagai upaya telah dilakukan untuk memperjuangkan masuknya jaringan listrik PLN ke Kampung SP 3 Way Terusan. Namun hingga saat ini perjuangan tersebut belum membuahkan hasil yang signifikan.
Masyarakat berharap pemerintah dapat melihat secara langsung kondisi warga di Kampung SP 3 Way Terusan agar solusi terhadap keterbatasan akses listrik dapat segera direalisasikan.(*)