Pelajari Pengelolaan BLUD untuk Pendapatan Asli Daerah, DPRD Klaten Kunjungi DPRD Metro
Ketua Komisi II DPRD Klaten Mulyatminah mengatakan, ketertarikan anggotanya melakukan kunker ke DPRD Kota Metro ialah ingin belajar bagaimana keberhasilan kota ini dalam pengelolaan sumber PAD.
“Kedatangan kami ke sini yang pertama adalah ingin belajar bagaimana Kota Metro dapat menghasilkan sumber PAD yang berasal dari BLUD, karena daerah kami sampai saat ini belum bisa menghasilkan sumber PAD dari BLUD,” ujar Mulyatminah, Selasa (16/5/2017).
Diketahui selama ini sebagian besar PAD Kota Metro ditopang dari BLUD lantaran Kota Metro tidak memiliki kekayaan alam atau potensi dari hasil bumi yang bisa mendokrak PAD. Untuk itu Pemerintah Kota Metro dalam hal ini selalu bekerja sama dengan DPRD setempat dalam mempertahankan potensi-potensi sumber PAD yang berasal dari BLUD seperti Rumah Sakit Umum Ahmad Yani.
Menurut anggota Komisi II DPRD Kota Metro dari Fraksi Golkar Tondy Nasution yang menyambut kedatangan anggota Dewan dari Klaten, 98 persen pendapatan kota Metro memang ditopang dari Rumah Sakit Ahmad Yani sedangkan pajak dan retribusi hanya menyumbang beberapa persennya saja.
“Di Kota Metro tidak mempunyai sumber kekayan alam yang bisa menghasilkan sumber pendapatan untuk itu kami DPRD selalu berupaya untuk terus merumuskan bagaiman PAD ini bisa terus meningkat tanpa harus menyusahkan masyarakat, salah satunya pengoptimalan BLUD sebagai lumbung PAD Kota Metro,” jelas Tondy.
Selain itu menurut Hendry, anggota DPRD Kota Metro dari fraksi NasDem menjelaskan, untuk dapat mengatur itu semua pertama-tama rencana bisnis anggaran BLUD harus masuk dalam struktur APBD sehingga anggaran belanja dan Silpa dapat diketahui.
“Saat ini PAD kota Metro berkisar Rp 1,79 miliar dan seratus miliarnya berasal dari Rumah Sakit Umum Ahmad Yani,” tutur Hendry.
Anggota DPRD Kabupaten Klaten merasa takjub dengan kondisi pengelolaan sumber PAD yang bermuara dari BLUD ini. Seperti yang diutarakan oleh Gigit, politisi PDI-P DPRD Klaten.
“Saya merasa salut dengan Kota Metro dengan cara mengelola BLUD menjadi sumber PAD, tentunya pelajaran ini akan kami bawa ke kota kami untuk acuan dalam penyusunan program pendapatan di Klaten bersama pihak eksekutif,” kata Gigit.(rubrikmedia)